MAKALAH SEJARAH
KEBUDAYAAN DUNIA
ROMAWI KUNO
Disusun oleh:
1. Nurul Latifa Alfariha (124284043)
2. Mudjiani (124284056)
3. Irsa Dwi Utami (124284061)
4. Mustika (124284069)
Pendidikan Sejarah B
2012
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU
SOSIAL
JURUSAN
PENDIDIKAN SEJARAH
2013
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah
SWT
karena dengan rahmat dan hidayah-Nya,
makalah ini dapat kami selesaikan dengan lancar. Makalah yang mengusung judul “Peradaban Romawi Kuno” berisi mulai dari awal peradaban Romawi yang didalamnya terdapat tujuh unsur
kebudayaan yang membentuknya menjadi sebuah imperium megah dan kebudayaan yang
diakui dunia hingga berakhirnya
imperium Romawi. Dalam pembuatan makalah ini, kami juga masih menemui hambatan seperti sulitnya
menemukan sumber yang akurat dan dapat dipercaya karena masih ada sumber sejarah yang menyertakan unsur
subyektifitasnya. Melalui makalah ini, kami harapkan dapat
menambah wawasan generasi muda
mengenai kebudayaan luar Indonesia
yang
telah berkontribusi banyak terhadap perkembangan dunia sehingga dari nilai moral yang ada dapat meningkatkan
rasa memiliki dan nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.
Tidak
lupa kami sampaikan terima kasih kepada :
1. Bpk. Y. Hanan Pamungkas selaku dosen pengampu mata kuliah
Sejarah Kebudayaan
Dunia.
2. Ibu
Septina Alrianingrum SS, M. Pd. selaku
dosen pengampu mata kuliah Sejarah Kebudayaan Dunia.
3. Teman-teman yang ikut serta dalam pembuatan makalah ini.
Benar
pepatah mengatakan bahwa tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan
pembuatan makalah ini masih terdapat
kesalahan, maka dari itu dengan tangan terbuka kami menerima segala
kritik atau saran yang bersifat konstruktif untuk penyempurnaan pembuatan
makalah selanjutnya.
Surabaya, 8 Desember 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR .................................................................................................... i
DAFTAR
ISI................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A. Latar Belakang.................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................. 1
C. Tujuan Penulisam............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................ 2
A.
Awal peradaban Romawi Kuno...................................................................... 2
B.
Sistem Pengetahuan.......................................................................................... 4
C.
Sistem Teknologi............................................................................................... 7
D.
Sistem Ekonomi............................................................................................... 10
E.
Sistem Organisasi Sosial.................................................................................. 11
F.
Sistem Bahasa.................................................................................................. 14
G.
Sistem Kesenian.............................................................................................. 14
H.
Sistem Kepercayaan........................................................................................ 15
I. Keruntuhan peradaban Romawi Kuno......................................................... 17
BAB
III PENUTUP...................................................................................................... 18
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................................... 19
PENDAHULUAN
1. Latar
belakang
Romawi adalah salah satu
kebudayaan bahkan himpunan dari kebudayaan-kebudayaan yang membentuk sebuah
peradaban. Peradaban adalah kebudayaan yang menyeluruh
(Total Culture) yakni keseluruhan (totalitas) pengalaman kemanusiaan (Mankind)
di dalam dunia. Kebudayaan tersebut merupakan hasil dari proses sejarah yang
telah berkembang dan berlangsung sangat lama. (Drs. Helius Syamsudin, MA. 1986
: 1.1). kebudayaan di dunia sangatlah banyak, mulai dari benua Amerika terdapat
3 kebudayaan besar, Mesir, Tiongkok, Romawi, Yunani dan sebagainya. Romawi
sangatlah terkenal dengan berbagai kebudayaan yang hingga kini dapat kita
nikmati keberadaannya baik secara fisik maupun tidak. Untuk memahami suatu
kebudayaan, dirasa perlu untuk mempelajari dari setiap system yang terdapat
dalam masyarakat Romawi tempo dulu. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan
membahas mengenai sistem-sistem yang membentuk peradaban Romawi sangat terkenal
dan menarik perhatian dunia.
2.
Rumusan Masalah
a.
Bagaimana awal bangsa Romawi
?
b.
Bagaimana sistem pengetahuan
bangsa Romawi?
c.
Bagaimana sistem teknologi
bangsa Romawi?
d.
Bagaimana sistem ekonomi
bangsa Romawi?
e.
Bagaimana sistem organisasi
sosial bangsa Romawi?
f.
Bagaimana sistem bahasa
bangsa Romawi?
g.
Bagaimana sistem kesenian
bangsa Romawi?
h.
Bagaimana sistem kepercayaan
bangsa Romawi ?
i.
Bagaimana keruntuhan imperium Romawi ?
3.
Tujuan penulisan
a.
Untuk mengetahui awal bangsa
Romawi.
b.
Untuk mengetahui sistem
pengetahuan bangsa Romawi.
c.
Untuk mengetahui sistem
teknologi bangsa Romawi.
d.
Untuk mengetahui sistem
ekonomi bangsa Romawi.
e.
Untuk mengetahui sistem
organisasi sosial bangsa Romawi.
f.
Untuk mengetahui sistem
bahasa bangsa Romawi.
g.
Untuk mengetahui sistem
kesenian bangsa Romawi.
h.
Untuk mengetahui sistem
kepercayaan bangsa Romawi.
i.
Untuk mengetahui keruntuhan imperium Romawi.
PEMBAHASAN
A.
Awal peradaban Romawi Kuno
A.1)Geografis dan asal usul bangsa Romawi Kuno
Romawi
merupakan salah satu bangsa di Eropa yang memiliki peranan penting dalam
perkembangan dunia. Romawi menjadi salah satu peradaban klasik yang
mengembangkan ilmu pengetahuan, hukum dan seni. Asal usul bangsa Romawi sebenarnya terjadi pada 1500 SM
yaitu satu kelompok suku Tribes (Indo Eropa) yang disebut Latin memasuki Italia
dari utara dan bermukim di Latium, sebelah selatan sungai Tiber. Suku –suku
Latin kemudian bersatu untuk melindungi mereka dari musuh-musuh seperti bangsa
Etruska, suatu bangsa pelaut dari Timur yang masuk ke Italia sekitar 1000 SM.
Bangsa Latin bersatu yang diwadahi dalam sebuah Liga yang dinamakan Roma. Pendirian
kota Roma sering dikaitkan dengan legenda Remus dan Romulus. Kisah ini terdapat dalam Aeneis sebuah karya sastra
berupa syair yang ditulis oleh Vergilius antara tahun 29 SM dan 19 SM.
Menurut Vergilius, Remus dan Romulus
adalah keturunan dari Aeneas, seorang pangeran Troya. Aeneas kabur ke Italia
setelah kota Troya diserang oleh bangsa Yunani pada 1184 SM. Cerita ini juga
muncul dalam Illias yaitu sebuah syair yang ditulis oleh seorang Yunani yaiti
Homeros pada abad ke-8 atau ke-7 SM. Namun, hingga saat ini belum ada bukti
arkeologis untuk membuktikan kebenaran cerita tersebut. Menurut legenda,
Romulus dan Remus adalah putra kembar Dewa Mars yang ditinggalkan di dalam
keranjang di Sungai Tiber yaitu tempat mereka ditemukan oleh seorang serigala
betina. Serigala itu merawat mereka sampai seorang gembala menemukan mereka dan
kemudian membesarkannya. Hingga kini gua serigala dianggap sakral bagi
masyarakat Romawi, mereka menjadikan gua tersebut sebagai kuil di Bukit
Palatinus. Nama kota tersebut merupakan nama yang diberikan
oleh Romulus setelah mengalami pertengkaran dengan Remus tentang nama kota
tersebut sehingga Romulus membunuh Remus. Menurut masyarakat Romawi legenda ini
terjadi sekitar tahun 753SM. Kalender Romawi menggunakan penanggalan yang dimulai dari
tahun 753 SM. Romawi terletak di Italia bagian tengah, berdiri di tepi sungai
Tiber. Di bawah kota Roma seperti sekarang ini terdapat peninggalan-peninggalan
yang belum terkuak untuk memecahkan sebuah misteri yang masih terpendam selama
berabad-abad.
Keadaan geografis dapat dijadikan sebagai faktor pendukung pertumbuhan dan
perkembangan Romawi, yaitu :
1.
Lokasi Romawi
di dunia Laut Tengah adalah sangat strategis untuk ekspansi dan perdagangan.
2.
Pegunungan
Italia (Appenina) membentang arah utara dan selatan sehingga tidak ada halangan
untuk persatuan jazirah itu.
3.
Iklim yang
nyaman dan adanya tanah yang subur, mendukung majunya pertanian.
4.
Pegunungan
Alpen di utara dan laut yang mengitari Italia pada tiga sisi memberikan
perlindungan dari penyerbuan asing.
5.
Ibu kota Romawi
dibangun di atas tujuh bukit dan di tengah jazirah sehingga memberikan perlindungan
alam.
A.2) Pembabakan
sejarah Romawi Kuno
Begitu banyak para arkeolog dan sejarawan yang mempelajari tentang
kebudayaan dan peradaban Romawi Kuno sehingga mereka membuat pembagian waktu
dengan tujuan untuk mempermudah para arkeolog berikutnya dalam memecahkan
rahasia-rahasia kemegahan Romawi yang masih terkubur dan menjadi misteri.
Pembabakan tersebut dibagi dalam tiga waktu atau zaman, diantaranya :
1.
Perkembangan Roma menuju Republik (Sekitar 800-200 SM)
Waktu yang lama kira-kira 1000 tahun sebelum Masehi bangsa petani yang
bernama Latin dan Sabini mendiami sebuah tempat yang nantinya akan menjadi
Roma. Ketika kota tersebut sedang berkembang, bangsa Etruska merebut mengambil
alih kekuasaaannya. Akan tetapi, orang Roma tidak membiarkan hal tersebut,
mereka merebut kembali kota Roma dan akhirnya pada 509 SM mereka mengumumkan
pemerintahan republik.
2.
Masa Akhir Republik (200-27 SM)
Romawi berkembang karena melakukan penguasaan wilayah-wilayah disekitarnya
seperti Suriah, Afrika Utara, Yunani, dan Perancis. Mereka menguasai Laut
Tengah yang disebut “Mare Nostrum” yang
artinya “Laut Kami”. Setelah pemerintahan republik berlangsung, para pemimpin
militer bersaing merebut Romawi untuk menjadi penguasa yang diktator, salah
satu yang terkenal adalah Julius Caesar pada abad ke 27 SM. Namun, salah satu
keturunannya yang bergelar “Agustus” tidak mendukung pemerintahan Republik
sehingga ia membubarkan pemerintahan tersebut dan mengangkat dirinya sendiri
sebagai seorang kaisar atau imperator.
3.
Kekaisaran Romawi (27 SM-476 M)
Nampaknya perubahan ini membuahkan hasil, terlihat pada abad ke 117 M
Romawi berada pada masa kejayaannya, wilayah kekuasaan Romawi terhitung sangat
luas. Disamping kejayaan tersebut, hal ini juga menyebabkan keruntuhan imperium
itu sendiri karena ketidaksanggupan mereka dalam mengawasi dan mengontrol
wilayah sehingga sulit untuk menjaga wilayahnya. Bangsa Romawi diserang oleh
bangsa yang mereka sebut sebagai suku barbar, kemudian pada abad ke empat,
Konstantinus menetapkan agama Kristen sebagai agama negara dan Konstantinopel
yang sekarang Istanbul sebagai ibu kota yang baru. Awal keruntuhan ini terjadi
ketika Kekaisaran Romawi dibagi menjadi dua pada 395 M, yaitu Romawi Barat yang
nantinya menjadi Romawi itu sendiri dan pada akhirnya dikalahkan oleh suku
bangsa Visigot dari Germania pada 476 M dan yang kedua Romawi Timur atau
Kekaisaran Bizantium yang bertahan hingga akhirnya dikalahkan oleh Turki Usmani
pada 1453 M.
B.
SISTEM PENGETAHUAN
1.
Pengobatan
Pencapaian ilmu
pengetahuan Romawi kebanyakan terjadi dalam bidang pengobatan dan teknik. Sebenarnya dalam
bidang sains, orang Romawi tidak begitu banyak berkontribusi karena Bangsa Romawi pertama kali mempelajari ilmu
pengobatan dari bangsa Yunani. Faktanya, sebagian besar dokter Romawi berasal
dari Yunani, atau merupakan keturunan Yunani. Seperti bangsa Yunani, bangsa
Romawi percaya pada empat cairan tubuh (empedu hitam, empedu kuning, lendir,
dan darah) dan metode pengobatan dengan cara pengeluaran darah. Dokter Romawi
yang paling penting adalah Galenus, yang hidup pada 131-201 Masehi dan menulis sebuah buku tentang pengobatan.
Buku Galenus tersebut (sebenarnya merupakan versi pendeknya) menjadi buku
pengobatan utama yang digunakan oleh para dokter di Eropa selama ratusan tahun
berikutnya. Galenus mengulangi banyak penelitian Hippokrates mengenai empat
cairan,
tetapi dia juga menambahkan
banyak sekali hasil penelitiannya tentang tubuh manusia. Galenus mempelajari
bagian dalam tubuh manusia dengan cara memeriksanya langsung. Biasanya dia
mengamati tubuh prajurit atau gladiator yang terluka. Dan dia membedah banyak
hewan untuk mengetahui cara kerja tubuh mereka. Galenus tentunya mengetahui
tentang anatomi lebih banyak daripada Hippokrates. Galenus memahami bahwa darah
dialirkan ke seluruh tubuh oleh jantung. Dan dia sudah mengungkap bahwa saraf
mengendalikan gerakan tubuh, dan bahwa manusia berpikir menggunakan otak. Namun
dia tidak membuat banyak kemajuan dalam hal metode pengobatan terhadap manusia.
Dia masih berpikiran bahwa metode pengeluaran darah adalah cara yang baik.
2.
Teknik
Menurut
buku National Geographic (2007), Bangsa Romawi menemukan cara yang sangat
pintar dalam infrastruktur berbagai konstruksi bangunan yang terdapat di kota
seperti Forum Romunum yang berfungsi sebagai tempat bertransaksi, Colloseum,
kubah pantheon yang kubahnya membentuk setengah lingkaran dan bangunan lainnya.
Masyarakat Romawi menggunakan beton yang memiliki berat lebih ringan dibanding
dengan batu, disamping itu orang Romawi juga menetapkan satu ukuran standar
untuk pembuatan batu bata yang berukuran panjang dan tipis sehingga memberikan
ciri khas pada penampilan kota Romawi. Orang Romawi juga telah sadar akan
kebersihan, mereka membangun toilet yang diatur sesederhana mungkin dalam satu
ruangan, pembangunan ini untuk menjaga kota tetap bersih dan sehat.
3.
Angka
Bangsa
Romawi tidak mengalami banyak perkembangan dalam bidang matematika, namun
mereka berhasil menciptakan sistem penulisan angka mereka sendiri. Bangsa
Romawi mempergunakan beberapa sistem berbeda untuk penulisan angka. Kadang
mereka menulis angka seperti ini: I II III IV V dan di lain waktu mereka
mempergunakan angka Yunani. Angka Romawi tidak selalu ditulis dengan cara yang
sama. Berikut ini adalah tabel angka Romawi :
|
Lambang |
Nilai |
Lambang |
Nilai |
Lambang |
Nilai |
|
I |
1 |
XI |
11 |
CC |
200 |
|
II |
2 |
XIV |
14 |
CD |
400 |
|
III |
3 |
XIX |
19 |
D |
500 |
|
IV (atau IIII) |
4 |
XX |
20 |
DC |
600 |
|
V |
5 |
XXX |
30 |
CM |
900 |
|
VI |
6 |
XL |
40 |
M |
1000 |
|
VII |
7 |
L |
50 |
|
|
|
VIII |
8 |
LX |
60 |
|
|
|
IX (atau VIIII) |
9 |
XC |
90 |
|
|
|
X |
10 |
C |
100 |
|
|
Jadi, MMIII
adalah 2003, dan XXIV adalah 24, dan CLVII adalah 157. Menaruh angka yang lebih
besar seperti V setelah angka yang lebih kecil seperti I berarti V dikurangi I
atau 5 dikurangi 1 yang berarti 4.
Dengan sistem penulisan seperti ini, anak-anak Romawi mengalami kesulitan
ketika melakukan perkalian, pembagian, atau penambahan angka dalam jumlah
besar. Karena itu, anak-anak Romawi, bahkan anak-anak yang bersekolah, tidak
melakukan perkalian dan pembagian angka besar di kertas, tetapi mereka
menghafal tabel perkalian. Untuk angka-angka besar, mereka mempergunakan papan
hitung atau abacus. Tetapi banyak perkalian dan pembagian angka besar biasanya
dilakukan oleh orang Romawi yang ahli, bukan oleh orang biasa.
4.
Sanitasi
Di kota-kota besar,
orang-orang sering sakit karena meminum air yang telah terkontaminasi kotoran
manusia. Untuk menyelesaikan masalah ini, banyak kota di Romawi yang membangun
akuaduk untuk menyediakan air bersih dari perbukitan di sekitar
kota. Pemerintah juga
membangun toilet umum Ada juga toilet umum yang memiliki jamban
untuk banyak orang sekaligus. Beberapa saluran pembuangannya masih dipergunakan
hingga saat ini.
5.
Pelayaran
Mosaik
kapal Romawi berlayar segi empat.
Hingga
Perang Punisia Pertama, pada tahun 264 SM, bangsa Romawi bukanlah pelaut, dan
mereka tidak memiliki angkatan laut. Namun ketika mereka harus berperang
melawan Kartago, yang merupakan keturunan bangsa Fenisia yang merupakan pelaut
tangguh, orang Romawi pun belajar cara membuat kapal dengan cara meniru
kapal-kapal Kartago. Tidak lama setelah itu, pada tahun 100-an SM, Romawi
berhasil menaklukan Fenisia dan sejak itu kemampuan pembuatan kapal Romawi
merupakan keberlanjutan dari pembuatan kapal Asia Barat. Para pelaut Fenisia
tetap membangun kapal seperti sebelumnya, namun kini sebagai warga Romawi.
Ketika
Romawi menaklukan Fenisia, mereka sudah menguasai seluruh Laut Tengah, jadi
sebenarnya mereka tidak terlalu membutuhkan angkatan laut lagi - hanya sejumlah
kapal patroli untuk membasmi bajak laut, serta kapal dagang untuk ekonomi.
Sebagian besar kru pada kapal-kapal Romawi adalah orang Fenisia, Yunani atau
Mesir, karena bangsa-bangsa tersebut memang terkenal memiliki kebudayaan
berlayar. Pada masa akhir Kekaisaran Romawi, semua uang pajak digunakan untuk
membiayai angkatan darat, sehingga angkatan laut tidak lagi diperhatikan.
Meskipun
angkatan laut Romawi tak lagi terlalu penting, ketika Romawi menguasai seluruh
Laut Tengah, ada banyak kapal dagang yang berlayar menjelajahi Laut Tengah.
Orang-orang yang merancang kapal-kapal itu terus berusaha meningkatkan
rancangan kapal selama masa Kekaisaran Romawi. Peningkatan yang paling penting
adalah perkembangan berangsur dari layar segitiga, yang pertama kali muncul
pada masa akhir Republik, sekitar tahun 50 SM. Layar segitiga ini secara
perlahan menggantikan layar segi empat. Layar segitiga ini kini disebut layar
"latin" karena diciptakan oleh para penutur bahasa Latin. Layar latin
memiliki kelebihan karena dapat memanfaatkan angin dengan lebih baik . Dengan
menggunakan layar latin, kapal dapat berlayar lebih cepat daripada ketika menggunakan
layar segi empat, dan tidak membutuhkan angin yang terlalu kencang untuk
membuat kapal melaju.
C.
SISTEM TEKNOLOGI
Salah
satu hal yang terkenal dari bangsa Romawi adalah kehebatan mereka dalah hal
arsitektur. Bangsa Romawi banyak melakukan inovasi dalam bidang arsitektur.
Bangsa Romawi menerapkan gaya Etruska dan Yunani yang mengkombinasikan tiga hal
yang penting yaitu tiang, gerbang melengkung, dan kubah. Sekitar 700 SM, bangsa
Etruska memperkenalkan arsitektur Asia Barat ke Italia, dan mengajarkannya pada
bangsa Romawi. Kini tidak banyak arsitektur Etruska yang tersisa, namun banyak
makam bawah tanah mereka yang masih ada, selain juga reruntuhan kuil-kuil
mereka.
Pada
periode Republik, bangsa Romawi banyak melakukan pengembangan pada kota mereka.
Mereka membangun saluran air, jalan, dan saluran pembuangan. Forum dan kuil
Romawi juga berkembang. Orang-orang juga membuat teater dan colosseum untuk
permainan para gladiator.
Kaisar
pertama Romawi, Augustus, melakukan lebih banyak perubahan. Dia membangun Altar
Perdamaian, pemakaman untuk keluarganya, dan teater batu yang besar untuk
pertunjukan drama. Cucu tiri Augustus, Tiberius, membangun ulang kuil Castor
dan Pollux di Forum Romawi. Cicit buyut Augustus, Nero, juga membangun banyak
bangunan, termasuk Istana emasnya. Pada 69 M, Vespasianus mengambil beberapa material dari Istana
Emas untuk membangun Colosseum. Putra Vespasianus, Titus, membangun pelengkung
kejayaan, dan putranya Domitianus membangun istana besar untuk dirinya sendiri
di bukit Palatine.
Meskipun
Domitianus terbunuh pada 96 M, arsitek-arsitek selanjutnya terus menggunakan gaya yang
pernah dikembangkan untuk istananya, karena kaisar-kaisar berikutnya tinggal di
istana Domitianus.
Arsitek-arsitek
Trajanus menggunakan batu bata dan lengungan beton untuk membuat bangunan Forum
yang baru dengan tiang yang besar serta bangunan pasar. Trajanus juaga
membangun pemandian umum besar pertama di kota Roma. Arsiteknya kemungkinan
adalah orang yang sama yang nantinya membangun Pantheon Hadrianus, sebuah kuil
untuk semua dewa. Kuil itu memiliki kubah yang sagat besar, dan tidak ada yang
membuat kubah yang lebih besar dari ini selama lebih dari seribu tahun
kemudian.
Di
provinsi-provinsi Kekaisaran Romawi, orang-orang membangun forum, kuil,
pemandian umum, dan amfiteater, meskipun secara umum lebih kecil daripada yang
ada di kota Roma. Ada banyak kota yang sangat terawat di Kekaisaran Romawi. Di
Italia ada kota Pompeii, Ostia, dan Cosa. Sementara di sekitar Mediterania, ada
kota Ampurias di Turki, Caesarea di Israel, Lepcis Magna di Libya, Bulla Regia,
Dougga, dan Maktar di Tunisia, Volubilis di Maroko, dan Italica serta Empurias
di Spanyol.
Setelah
masa kaisar Hadrianus, Romawi mulai jarang melakukan penaklukan sehingga harta
pemasukan berkurang dan program pembangunan mulai dihentikan. Namun kaisar
Caracalla masih bisa membangun pemandian umum yang besar di kota Roma pada awal
200-an M, dan di akhir 200-an M, kaisar Diokletianus membangun pemandian
lainnya. Pada awal 300-an M, kaisar Maxentius membangun istana yang besar di
luar dinding Roma, dan basilika di Forum Romawi. Kaisar Konstantinus membangun
pelengkung kejayaan, beberapa gereja, dan memindahkan ibukota Kekaisaran Romawi
ke Konstantinopel (Istanbul). Di sana, dia dan keturunannya membangun lebih
banyak gereja, tempat sirkus, dan istana.
- Basilika
Jika
orang Romawi ingin melakukan kegiatan kelompok, mereka biasanya berkumpul di
basilika. Bagian dalam basilika sedikit banyak mirip dengan gereja Kristen atau
katedral abad pertengahan; ada ruangan besar dengan tiang-tiang untuk membentuk
gang-gang. Kadang ada tempat duduk untuk orang-orang tertentu. Lantai basilika
Aemilia dibangun dari berbagai jenis marmer, yang didatangkan dari Numidia,
Mesir, Yunani, dll, untuk menunjukkan tempat-tempat kekuasaan Romawi. Perbedaan antara basilika dengan gereja adalah
bahwa pintu masuknya terletak di sisi panjang bangunan. Di dalam basilika, hakim
mengadili suatu perkara, politikus menggelar pidato, guru mengajar
murid-muridnya. Di tangga basilika, orang-orang menjual makanan atau menukarkan
uang. Ketika basilika Aemilia terbakar habis, banyak koin perunggu (hasil
pertukaran) yang meleleh ke lantai basilika.
2.
Akuaduk
Seiring
kota-kota Romawi menjadi semakin besar, maka kebutuhan terhadap pasokan air pun
bertambah. Saluran pembuangan dialirkan ke sungai sehingga sungai tidak layak
untuk dijadikan sumber air oleh rakyat Romawi. Akhirnya pemerintah Romawi
memutuskan untuk membangun saluran air dari batu yang sangat panjang dan
digunakan untuk mengalirkan air bersih dari bukit terdekat sampai ke kota.
Akuaduk pertama dibangun di kota Roma sebelum kemudian dibangun juga di
kota-kota lain. Pada akhirnya, sebagian besar kota di Romawi punya setidaknya
satu Akuaduk, sementara kota besar seperti Roma bisa punya sampai sepuluh Akuaduk.
Akuaduk
tidak mudah untuk dibangun, arsiteknya harus benar-benar memperhitungkan supaya
airnya bisa sampai dengan benar, tidak berhenti di tengah jalan atau mengalir
terlalu cepat. Untuk menjaga agar alirannya tepat, pembangunan Akuaduk
seringkali harus disesuaikan dengan keadaan kota, kadang Akuaduk dibuat dengan
penyangga berbentuk lengkungan, kadang dialirkan lewat saluran batu di tanah,
bahkan kadang melalui terowongan bawah tanah. Akuaduk terus digunakan sampai
400-an M. Setelah Romawi runtuh, kota-kota di Eropa menjadi lebih kecil, dan pasokan air
didapat dari sumur.
3.
Amfiteater
Amfiteater atau Colosseum di Roma, sebenarnya masih banyak amfiteater lainnya di Kekaisaran
Romawi. Pertarungan-pertarungan gladiator pada masa Etruria sebenarnya dapat digelar di mana saja
asalkan di tempat yang rata di dekat bukit, supaya orang-orang bisa duduk di
lereng bukit dan menonton pertarungan yang berlangsung di bawahnya. Namun
tempat seperti itu jarang ada, sehingga pada tahun 300-an SM, para orang kaya
dan pemerintah membangun amfiteater sementara dari kayu bagi orang-orang untuk
duduk, seperti layaknya bukit buatan. Bangunan tersebut dinamai amfiteater
karena terlihat seperti dua teater yang saling berhadapan. Pada tahun
terakhir masa Republik Romawi, ada begitu banyak pertarungan gladiator sampai
rakyat lelah untuk membuat amfitater dadakan lalu membongkarnyasetelah
pertunjukan selesai. Kota-kota besar mulai membangun amfiteater tetap dari
marmer dan batu kapur. Amfiteater batu pertama di Romawi tidak dibangun di kota
Roma tetapi di kota Pompeii. Amfiteater pertama di kota Roma adalah Colosseum
dibangun pada 70-an M oleh kaisar Romawi, Vespansianus.
Semakin
lama di seluruh Kekaisaran Romawi mulai dari Suriah sampai Spanyol, dari
Inggris sampai Tunisia, terdapat amfiteater. Amfiteater juga menjadi tempat
dilaksanakannya hukuman mati. Pada hari libur, di beberapa kota, para petani
ikut menyaksikan pertarungan dan eksekusi di amfiteater. Amfiteater terus
digunakan sampai tahun 300-an M. Setelah rakyat Romawi memeluk agama Kristen,
pertarungan gladiator dihentikan karena sebelumnyabanyak penyebar agama Kristen
yang menjadi korban gladiator, dan juga karena pertarungan gladiator
diselenggarakan untuk memuja para dewa.
4.
Ara Pacis
Setelah kaisar Romawi Augustus berhasil menguasai
Romawi melalui perang saudara pada masa akhir Republik Romawi, sekitar 30 SM,
dia membangun Altar Perdamaian (Ara Pacis). Dia membangunnya untuk menunjukkan
bahwa peperangan sudah berakhir.
D.
SISTEM EKONOMI
Masyarakat Romawi berprofesi sebagai petani
karena awal masuk mereka yaitu sebagai bangsa petani yang kemudian mengalahkan
bangsa Etruska. Kemudian kegiatan yang menjadi faktor
penggerak ekonomi Roma adalah perdagangan dengan ditemukannya bukti arkeologis yaitu berupa bangkai kapal
yang didalamnya terdapat guci-guci yang bermuatan anggur, buah ceri, buah
zaitun, anggapan berdagang semakin
besar. Mereka biasanya menjual hasil panen mereka di pasar
kota atau forum romunum. Petani Romawi membayar pajak sebagian dengan uang,
sebagian lagi dengan hail panen.
Romawi
telah memiliki uang logam yang disebut Denarii, uang tersebut digunakan oleh
para pedagang yang membuat Romawi
menjadi makmur. Pajak dari rakyat digunakan
untuk membiayai kekaisaran, Romawi memerlukan pasukan yang kuat dan
pejabat yang cakap untuk mengolah daerah kekuasaannya. Uang logam Romawi
ditemukan di seluruh penjuru kekaisaran karena uang tersebut adalah uang resmi,
kebanyakan uang-uang tersebut ditenukan di Caesarea Maritima (Israel sekarang).
Orang
kaya beserta budak-budak mereka juga tinggal di kota. Beberapa dari orang kaya
ini adalah tuan tanah, yang menyewakan tanah mereka pada para petani miskin,
atau menyuruh budak untuk mengurusnya. Beberapa orang kaya menjalankan bisnis
pembuatan pakaian atau peralatan. Kaum perempuan menjual barang-barang di toko,
menjadi penjahit, atau mengemis. Perempuan biasanya tidak menjadi pengajar di
sekolah. Bangsa Romawi juga melakukan perdagangan dengan bangsa-bangsa lainnya.
Mereka menyeberangi Laut Tengah untuk membeli papirus dari Mesir, kaca dari
Fenisia, daging babi dan garam dari Austria, timah dari Inggris, saus ikan,
alat masak, dan piring dari Afrika Utara, dan minyak zaitun dari Spanyol.
Bahkan petani biasa mampu membeli banyak dari benda-benda tersebut.
Beberapa
pedagang bahkan pergi lebih jauh, ke Samudra Hindia atau menyebrangi Asia
Barat, untuk berdagang dengan orang india dan memperoleh kapas, kayu manis,
bumbu-bumbu, dan bahkan sutra yang datang dari Tiongkok. Benda-benda ini
tergolong mahal dan hanya mampu dibeli oleh golongan orang kaya.
E.
SISTEM ORGANISASI SOSIAL
Kelas sosial
di Roma kuno adalah hirarkis, tetapi ada
beberapa tumpang tindih antar individu misalnya satu lebih tinggi atau lebih rendah daripada yang lain.
a)
Zaman Republik (510-31 SM)
1. Sistem
pemerintahan
Pada mulanya
Republik Romawi adalah republik kaum Patricia yaitu pemerintahan yang dikuasai oleh kaum bangsawan dengan
sistem pemerintahannya bersifat aristocrat. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh dua orang konsul dengan masa jabatan
selama satu tahun. Mereka dan pejabat-pejabat lainnya dipilih oleh warganegara
laki-laki dewasa. Sedangkan badan legislatif atau senat (kamar atas / upper
house) berjumlah sekitar 300 orang patrisia yang menjabat seumur hidup dan
diawasi oleh 12 keluarga Romawi. Kemudian majelis atau assembly (kamar bawah / lower house) terdiri dari semua laki-laki
dewasa yang dapat menggunakan senjata, meskipun jumlahnya banyak tetapi
tindakan-tindakan yang hendak dilakukan harus mendapat persetujuan dari senat
terlebih dulu.
Pejabat-pejabat lain yang dipilih oleh warganegara tadi adalah
1.
Praetors
memegang urusan pengadilan.
2.
Aediles
mengendalikan pemerintahan kota.
3.
Quaestors
memegang masalah keuangan.
4.
Cencors
mengawasi daftar warganegara dan moral rakyat.
2. Sistem
masyarakat
Dalam masyarakat, rakyat yang
kebanyakan disebut plebeia atau disingkat pleb mempunyai kekuasaan yang
terbatas, mereka tidak diperbolehkan menjadi pejabat, dilarang menikah dengan
kelas patrisia, memiliki suara terbatas dalam pembuatan undang-undang.
Pembatasan ini mengakibatkan perseteruan antara plebeia dengan patrisia, kaum
plebeia mengancam akan keluar dari Roma dan mendirikan kota sendiri. Akan
tetapi, dalam perkembangannya akhirnya kaum plebeia memperoleh hak-haknya,
diantaranya: hak untuk memilih tribune-tribune yaitu pejabat-pejabat yang memiliki
hak veto dalam perundang-undangan Senat, hukum Romawi untuk pertama kali
dituliskan pada 540 SM sehingga rakyat jelata mendapat perlindungan dari
hakim-hakim patrisia, jabatan-jabatan umum mulai terbuka untuk mereka, majelis
dapat membuat undang-undang tanpa veto senat. Seiring dengan perkembangannya
kaum Plebeia yang membuat pemerintahan lebih baik yaitu dalam kemasan
demokratis.
b)
Kekaisaran
Romawi
Pada masa kekaisaran Romawi,
terdapat kaisar-kaisar yang terkenal, diantaranya:
1.
Augustus (30
SM-14 M). Pemerintahannya adalah “Jaman Keemasan”. Nama asli Augustus adalah
Ovtavianus, ia adalah kaisar pertama yang menggantikan status republik roma
mejadi kekaisaran. Augustus menjadi konsul seumur hidup, dia sangat berpengaruh
dalam Roma karena memiliki peran yang bisa mempengaruhi kebijakan ynag dibuat
oleh Senat. Di bawah kekuasaannya, Roma menjadi sangat kaya, perdamaian
meliputi seluruh Imperium yang berlangsung selama 200 tahun yang disebut Pax
Romana, dia juga membangun sistem mata uang, menggalakkan perdagangan,
membangun jalan-jalan, memperluas kewarganegaraan, mengorganisasi polisi dan
mengadakan departemen pemadam kebakaran.
2.
Tiberius (14 SM-37 M), ia memperluas kekuasaan
kekaisaran dan menghapuskan Majelis.
3.
Claudius (41-54 M), menjadikan Inggris Selatan
diatur oleh Romawi, memperkenalkan kesusasteraan, adat istiadat, dan bahasa
Latin ke daerah tersebut. Dalam buku National Geographic, secara tersirat dari
temuan arkeologis bahwa Claudius telah berbuat banyak dibandingkan kaisar
lainnya dalam menjadikan Ostia sebagai pelabuhan yang penting. Ia membuat
pelabuhan dan terusan dari sungai Tiber ke laut. Ia juga membangun mercusuar
untuk menuntun para pelaut. Ostia menjadi sangat penting karena pelabuhan
tersebut sebagai penyalur barang-barang terutama makanan, kekurangan makanan
akan membuat kerusuhan di Roma dan mungkin dapat menggulingkan kekaisaran.
4.
Nero (54-68 M) adalah seorang Tiran.
5.
Vespasianus (67-79 M), ia membangun Colloseum,
ia mengirimkan putranya Titus untuk menaklukkan kota Yerussalem di Palestina.
6.
Trajanus (98-177 M), menambahkan Rumania (dulu
Dacia) ke dalam kekuasaan Romawi.
7.
Hadrianus (117-138 M) memperkuat
pertahanan-pertahanan terutama di Inggris dan Eropa Tengah.
8.
Marcus Aurelius (161-180 M)
9.
Diocletianus (284-305 M)
10.
Constantine
(312-337 M), memindahkan ibukota dari Roma ke Byzantium dan menamakan kembali
menjadi Konstantinopel.
11.
Justinianus
(527-565 M), kaisar Romawi Timur yang terbesar.
Dalam waktu
lima abad, republik polis ini tumbuh menjadi sebuah imperium. Imperium
Romanium menguasai wilayah yang sangat luas. Wilayah kekuasaanya meliputi
seluruh wilayah Laut Tengah.
Kekuasaan
tertinggi di Imperium Romanum dipegang oleh Senat. Kekuasaan Senat bukan hanya
dalam bidang legislatif saja, tetapi juga dalam bidang eksekutif. Fungsi Senat
telah berubah dari badan penasehat menjadi badan yang paling berkuasa di
seluruh negara, sehingga seseorang hanya mungkin diangkat menjadi konsul
apabila disukai atau dapat diperalat oleh Senat. Kekuasaan senat yang besar
itu, lambat laun ditentang oleh para panglima perang. Untuk menghadapi Senat,
pada tahun 64 SM, para panglima perang seperti Pompeius, Crassus, dan Yulius
Caesar membentuk persekutuan tiga serangkai atau lebih dikenal dengan sebutan Triumvirat.
Kemunculan Triumvirat membuat Senat tidak mempunyai kekuasaan lagi.
c)
Pembagian Romawi
Pada masa
pemerintahan Kaisar Theodosius, wilayah kekuasaan Kekaisaran Romawi dibagi
menjadi dua bagian, yaitu :
ü Kekaisaran Romawi Barat dengan ibukota Roma. Sejak
pembagian itu kekaisaran Romawi Barat tidak bertahan lama karena terjadi
serangan-serangan dari bangsa Hun atau bangsa Indo-Jerman (Goth). Bangsa-bangsa
Indo-Jerman yang masih rendah kebudayaannya berdesak-desakan atau berebutan
masuk ke wilayah Romawi Barat. Mereka mendirikan kerajaan baru di wilayah yang
mereka kuasai. Pada pertengahan abad ke-5 M, yang berkuasa di Romawi Barat
bukan lagi Kaisar Romawi, melainkan jenderal-jenderal dari berbagai bangsa
tadi. Sedangkan Kaisar Romawi hanya sebagai boneka belaka. Akhirnya pada tahun
476 M, Kaisar Odoaker dari Romawi Barat turun tahta. Berakhirlah kekuasaan di Romawi Barat.
ü Kekaisaran Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel. Runtuhnya
Romawi Barat tahun 476 M, tidak mempengruhi perkembangan pemerintahan
Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium). Bahkan Kekaisaran Romawi Timur dapat
bertahan hingga 10 abad lamanya. Hal ini disebabkan karena letak ibukota
Konstantinopel (sekarang Istambul) sangat strategis. Kekaisaran Romawi
Timur mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Kaisar Yustinianus
(527-563 M).
Dalam bidang kekuasaan, kaisar-kaisar Romawi Timur bersifat mutlak atau
absolutisme. Mereka berdiri diatas segala undang-undang yang mengikat semua
rakyat. Dengan kekuasaan seperti itu, kekaisaran Romawi Timur terus dapat
bertahan hingga tahun 1453 M. Pada tahun itu, terjadi serangan dari bangsa
Turki Osman atau Turki Ottoman yang mengakibatkan runtuhnya kekaisaran Romawi
Timur. Bangsa Turki tetap menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota negaranya
dengan mengganti namanya menjadi Istambul.
F.
SISTEM BAHASA
Bahasa Latin adalah induk dari bahasa-bahasa Perancis, Italia, Spanyol,
Portugis, Rumania, dan juga telah memperkaya bahasa Inggris. Lebih dari
setengah kosakata Inggris berasal dari bahasa Latin. Ketika Imperium Romawi
Barat runtuh, bahasa Latin tetap menjadi bahasa negara, gereja, dan orang-orang
terpelajar di seluruh Eropa. Sampai sekarang dunia hukum dan kedokteran modern
masih berisi banyak ungkapan Latin.
Periode keemasan kesusastraan Romawi meliputi abad terakhir Sebelum
Masehi. Commentaries dari Caesar mengenai kampanyenya di Gaul telah hidup
sebagai sastra. Pidato-pidato dan surat-surat Cicero (104-43 SM) membuat ia
bergelar “bapak prosa Latin”. Karya syair Virgilius yaitu Aeneid pada 70-19 SM,
ada juga Horacius (65-8 SM) mengembalikan kehidupan awal Roma yang sederhana,
kemudian dua orang pengarang drama terkenal yaitu Rerencius dan Plantus yang
banyak mengutip drama Yunani tetapi untuk drama Romawi ditekankan untuk
menghibur daripada untuk mengajar.
G.
SISTEM KESENIAN
1. Seni patung
Tingginya peradaban Romawi dengan cara
mengambil gaya seni Yunani dan mengembangkannya menjadi gaya tersendiri. Salah
satu hasilnya adalah Ara Pacis, yang dekorasinya mirip dengan dekorasi kuil
Parthenon di Yunani.
Ciri-ciri patung Romawi:
1) Figur badan penuh: berupa laki-laki muda atletis atau wanita telanjang.
2) Portrait: menunjukkan tanda-tanda usia atau
karakter yang kuat.
3) Memakai kostum serta atribut dewa-dewi klasik
4) Peduli dengan naturalisme didasari dengan
observasi, seringkali memakai model sungguhan.
2.
Seni Drama
Sebagian besar drama karya Plautus telah hilang.
Drama Plautus yang paling terkenal adalah Amphitryon, tentang kelahiran
Herkules. Penulis drama Romawi lainnya adalah Terentius, yang hidup pada masa
berikutnya dan menulis drama komedi.
3.
Seni Sastra
Masa Romawi penulis yang terkenal adalah Vergilius. Vergilius menulis kumpulan puisi yang disebut Georgics, yang
menggambrakan betapa indahnya Italia, dan betapa damainya Romawi berkat
Augustus.
Karya Vergilius yang paling terkenal adalah wiracarita yang berjudul Aeneid. Isinya menceritakan tentang Aineias, pahlawan
Troya, yang berhasil memimpin orang-orang Troya untuk kabur dari Troya ketika
pasukan Yunani menghancurkan kota Troya. Aineias dan orang-orangnya berkelana
sampai ke Italia, dan keturunan Aineias diceritakan mendirikan kota Roma.
4.
Seni Arsitektur
v Ara Pacis( Altar Perdamaian): untuk menunjukkan bahwa peperangan sudah berahkir.
v Kuil digunakan untuk tempat pemujaan kepada dewa.
v Basilika hakim mengadili suatu perkara, politikus
menggelar pidato, guru mengajar murid-muridnya.
v Aquaduk adalah saluran panjang untuk menyalurkan
air.
v Forum Romunum: tempat
ini adalah tempat orang-orang berkumpul, berbisnis, melakukan jual-beli,
bertemu kawan-kawannya, mencari berita terbaru, atau bersekolah.
H.
SISTEM KEPERCAYAAN
Jauh sebelum terbentuknya
Republik Roma, ketika nenek moyang orang Roma masih merupakan gembala dan petani yang hidup di dataran rendah latium, agama yang dianut adalah animisme. Para dewa bukanlah pribadi melainkan roh tanpa pribadi
yang menghuni segala sesuatu seperti pohon,karang burung, dan binatang buas,
rumput di ladang dan kilat di udara. Roh-roh tadi tanpa pertalian khusus dengan manusia. Mereka ini dapat menolong
atau mencelakakan manusia dan tugas agama ialah bergaul dengan mereka sedemikian rupa agar kekuatannya
berguna bagi manusia. Orang-orang Roma pada masa itu melakukan penyembahan terhadap roh yang
memerintah rumah tangga dan yang menguasia mata air, ladang, dan tempat-tempat
lain yang di anggap penting di desa. Bangsa
Romawi memuja beberapa roh seperti:
§ Vesta yaitu
roh pengurus api tungku.
§ Lares yaitu
roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga.
§ Penates
yaitu roh penjaga lumbung.
Peradaban Romawi juga mendapat pengaruh besar dari
peradaban Yunani termasuk kepercayaan yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi
juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya disesuaikan dengan
nama-nama Romawi.
Pada masa pemerintahan Republik, bangsa Roma menyembah dewa akan
tetapi mereka tidak meninggalkan
kepercayaan yang lama yakni menyembah Roh. Untuk melengkapinya
mereka membangun kuil dan pawai
agama serta mereka mencetuskan ide yakni dewa dengan wajah manusia, penggunaan
Arca dan patung. Pada saat penaklukan bangsa Etruska, bangsa Romawi mengambil
patung Dewi Yuno dan menempatkannya di bukit Aventinus. Pada masa Republik
mereka meluaskan wilayah kekuasaannya hingga Yunani sehingga Bangsa Romawi banyak mendapatkan konsep-konsep agama
dari Yunani. Banyak dewa dan dewi Yunani yang diserap hampir tidak ada
perubahan. Dewa dan dewi tersebut antara lain :
1. Jupiter
menjadi Dewa Zeus yang menurunkan Dewa-Dewa Yunani juga sebagai Dewa Langit.
2. Dewi
Juno mengambil tabiat Dewi Hera yakni Dewi Yunani junjungan kaum wanita dan
Dewi perkawinan.
3. Dewa
Mars mengambil alih Sifat Dewa Ares yakni Dewa Peperangan.
4. Dewa
Merkurius mengambil alih sifat-sifat Dewa Hermes yakni Dewa Kurir.
5. Dewi
Diana mengambil alih sifat Dewi Artemis yakni Dewi Perburuan.
6. Dewa
Neptunus mengambil alih sifat Dewa Poseidon yakni Dewa Laut.
7. Dewi
Venus mengambil alih sifat Dewi Aphrodite yang cantik berseri-seri.
8.
Dewa Apollo yang tidak diubah namanya
oleh bangsa Romawi sebagai Dewa tari, nyanyi dan olahraga.
I.
Keruntuhan Peradaban Romawi Kuno
Bangsa Romawi
memang telah berhasil menguasai daerah-daerah di sekitarnya, tetapi untuk
mengendalikan semua daerah itu memerlukan tenaga dan strategi yang matang.
Daerah-daerah tersebut memiliki struktur dan kondisi masyarakat yang berbeda
dengan sebelumnya, tumbuhnya perbudakan dan bertambahnya kemiskinan di kalangan
petani, munculnya kelas-kelas baru. Permasalahan yang terjadi di Romawi
menyebabkan keruntuhan bagi Romawi pada 476 M, berikut adalah faktor-faktor
keruntuhan Romawi:
1.
Tumbuhnya
kemakmuran di kalangan atas. Pada daerah yang ditaklukan, uang dan
barang-barang hasil produksi para budak terus mengalir di kalangan atas Roma,
hal ini menimbulkan kelas baru yaitu pedagang kaya.
2.
Penyalahgunaan
pemerintahan di propinsi-propinsi. Di propinsi, Roma tidak menerapkan sistem
demokrasi yang telah diterapkan di pusat Italia sendiri. Setiap propinsi
dipimpin oleh seorang Gubernur yang berasal dari golongan patrisia, ia diangkat
oleh senat, dengan menjadi gubernur ia semakin bertambah kaya karena menerima
hasil pajak yang diperas dari rakyatnya.
3.
Meluasnya
jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Orang kaya menjadi semakin kaya,
hal ini terjadi ketika hendak perang. Semua peralatan dan suplai makanan
diperlukan dengan sesegera mungkin, disamping itu Roma juga membangun
jembatan-jembatan, kapal untuk perang, jalan-jalan, keuangan semakin menipis
dan tidak ada pilihan lain selain meminjam uang meskipun dengan bunga yang
tinggi. Contoh kejadian lain adalah wilayah pertanian atau farms yang luas
(latifundia) membutuhkan tenaga pengolah yang banyak pula sehingga petani
banyak yang mengimpor tenaga manusia. Akan tetapi, semakin banyak budak yang
dibawa ke Italia terpaksa semakin banyak pula petani-petani kecil yang
menganggur. Hak suara yang mereka milikipun dibeli oleh politikus-politikus
yang tidak bertanggung jawab, mereka membelinya dengan “roti dan sirkus”.
Sirkus yang dimaksudkan disini adalah pertarungan gladiator antar orang-orang
yang diadu misalnya perlombaan kuda di circus maximus ataupun pertarungan yang
dipertontonkan di amfiteater-amfiteater seperti colloseum.
4.
Serdadu
profesional menggantikan sukarelawan. Walaupun sukarelawan, mereka mempunyai
semangat yang lebih tinggi dibanding serdadu profesional.
5.
Martabat Romawi
kuno lenyap. Kehidupan yang semakin nyaman menggantikan kerja keras sehingga nilai tersebut luntur digantikan
dengan korupsi dan hidup yang foya-foya.
PENUTUP
Romawi adalah
sebuah peradaban besar yang mampu mengubah dunia. Kejayaannya didukung dengan
faktor geografis yang sangat menguntungkan. Dari Romawi kita bisa mempelajari
sistem pemerintahan yaitu Republik dan Kekaisaran. Disamping itu, kita juga
bisa mbelajar mengenai kesenian, baik seni patung, seni sastra, maupun seni
dramanya. Satu hal yang tak terlupakan juga adalah kepedulian kota terhadap
kebersihan tempat tinggalnya sehingga mereka menemukan sebuah sistem kebersihan
meski masih sangat sederhana. Keruntuhan Romawi Kuno
memiliki banyak cerita yang pertama karena letusan gunung Versuvia yang mengakibatkan
hancurnya dua kota yang sangat mengambil peran dalam peradaban Romawi yaitu
Pompeii dan Herculaneum. Alasan kedua
adalah serangan suku Bar-bar dari Jerman, untuk alas an yang kedua ini lebih
dapat dipertanggungjawabkan karena telah ditemukan sebuah situs arkeologis yang
mana telah ditemukan puing-puing peperangan melawan Suku Bar-bar tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Deckker, Zilah. 2011. Selidik Nasional Geographic.
Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia.
Syamsudin, Helius. Buku Materi Pokok-Sejarah
Dunia.________:______
http://wikipedia
No comments:
Post a Comment