Thursday, August 3, 2023

MAKALAH MESIN GERINDA

 

MAKALAH

MESIN GERINDA


 

DISUSUN OLEH:

 

MUHAMAD SUBCHI

 

KELAS : XII TPM 6

 

SMK NEGERI 1 KRAGILAN

TAHUN AJARAN 2022-2023

Alamat : Jalan Raya Serang Jakarta Km. 13 Kragilan Perum Graha Cisait Kelurahan Cisait, Kec. Kragilan, Kabupaten Serang, Banten 42184

    KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rosulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas ini. Dalam penyusunan tugas atau materi ini tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para pelajar. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu saya meminta masukannya demi perbaikan makalah saya dimasa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

                                                                                                                                                            

Kragilan, 15 Maret 2023

 

                                                                                Penyusun

                                                                                                                                

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Halaman Judul..................................................................................................... 1

Kata Pengantar.................................................................................................... 2

Daftar Isi............................................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 4

1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 4

1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... 5

1.3 Tujuan............................................................................................................ 5

BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 6

2.1 Pengertian Mesin Gerinda............................................................................. 6

2.2 Fungsi Mesin Gerinda................................................................................... 6

2.3 Jenis-Jenis Mesin Gerinda............................................................................. 7

2.4 Bagian-Bagian Utama Mesin Gerinda........................................................ 10

2.5 Jenis-Jenis Batu gerinda Beserta Fungsinya................................................ 16

BAB III PENUTUP......................................................................................... 19

3.1 Kesimpulan.................................................................................................. 19

3.2 Saran............................................................................................................ 19

Daftar Pustaka................................................................................................... 20

                

   

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mesin gerinda (grinding machines) merupakan sebuah alat yang digunakan untuk proses pemotongan logam secara abrasive melalui gesekan antara material abrasive dengan benda kerja/ logam. Selain untuk memotong logam/ benda kerja sesuai ukuran, proses gerinda ini juga untuk finishing (memperhalus dan membuat ukuran yang akurat pada permukaan benda kerja). Menggerinda dapat juga digunakan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat, serta dapat juga digunakan untuk menyiapkan permukaan benda kerja yang akan dilas. Mesin gerinda terutama dirancang untuk menyelesaikan suku cadang yang permukaannya silindris, datar atau penyelesaian permukaan dalam (Amstead, 1992).

Menggerinda merupakan perbandingan antara memutar dan menggilas, dimana usia siklus kerja roda tidak dapat ditentukan dari standart tabel atau grafik. Kepastian presisi dalam menggerinda menjadi proses dalam penyelesaian dengan bentukan chip pada dimensi submicron yang terjadi oleh proses ekstruksi, ini cenderung akan memberikan proses variabilitas pada permukaan benda kerja yang tidak seimbang. Hal ini dipengaruhi oleh sistem yang tidak stabil, pendinginan yang tidak konsisten, dll. Meskipun demikian, dengan 2

peralatan penggerindaan yang lebih kompeten maka performanya dapat dikontrol dan diperhitungkan didalam suatu daerah yang diijinkan (Marinescu, 2004). Dengan beragam manfaat dan fungsi dari gerinda tersebut maka diperlukan pengembangan batu gerinda untuk menunjangnya. Penggerindaan bukan suatu proses yang lepas dari permasalahan. Permasalahan tersebut ialah kerusakan yang berkenaan dengan panas, permukaan kasar, vibrasi-vibrasi dan keausan roda gerinda yang cepat. Untuk menanggulangi permasalahan ini dengan tepat maka dibantu oleh pemahaman yang benar dan saling mempengaruhi dari faktor-faktor menggerinda. Permasalahan yang biasa ditemui dianalisa didalam proses agar dapat berhasil menunjukan bagaimana parameter-perameter itu dapat dioptimalkan dan diperbaiki kualitas gerinda. Dalam penelitian ini menggunakan batu gerinda rancangan sendiri dengan membuat batu gerinda dengan menggunakan variasi perekat jenis resin epoxy dan resin phenox.
    1.2 Rumusan Masalah

1.Apa itu mesin gerinda?

2.Jenis-jenis mesin gerinda?

3.Bagian-bagian utama mesin gerinda?

4.Jenis-jenis batu gerinda berserta fungsinya?

1.3 Tujuan

Maklah ini dibuat dengan tujuan  sebagi tugas akhir mata kulia proses produksi 1agar dapat mengetahui lebih banyak tentang mesin gerinda tangan beserta cara pengoperasiannya agar mempunyai dasar pengetahuan dan  pengalaman sehingga memudahkan kita pada saat melaksanakan proses penggerindaan dengan penggunaan roda gerinda yang sesuai dengan material benda kerja yang akan digerinda dan bermanfaat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Mesin Gerinda


               

Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk mengasah/memotong ataupun menggerus benda kerja dengan tujuan atau kebutuhan tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda kerja sehingga terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, atau pemotongan.

 

2.2 Fungsi Mesin Gerinda

·         Memotong benda kerja yang ketebalanya yang tidak relatif tebal.

·         Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja.

·         Sebagai proses jadi akhir ( finishing ) pada benda kerja.

·         Mengasah alat potong agar tajam.

·         Menghilangkan sisi tajam pada benda kerja.

·         Membentuk suatu profil pada benda kerja ( baik itu elips, siku, dan lain-lain)


2.3 Jenis-Jenis Mesin Gerinda

1.Mesin Gerinda Permukaan


Mesin Surface Grinding adalah mesin gerinda yang diperuntukan untuk membuat bentuk datar dan permukaan yang rata pada sebuah benda kerja yang diletakan di bawah batu gerinda yang berputar. Pada umumnya mesin gerinda ini digunakan untuk penggerindaan permukaan yang meja mesinnya bergerak horizontal bolak-balik. Benda kerja dicekam pada meja kerja kemudian digerakkan maju mundur di bawah batu gerinda. Meja pada mesin gerinda datar dapat dioperasikan secara manual atau otomatis yang dapat diatur pada bagian tuasnya. Hasil pengerjaan mesin gerinda permukaan diperuntukan untuk Parallel block, Jangka Sorong, Bed Mesin, dan lain-lain. Prinsip kerja utama dari mesin surface grinding adalah gerakan bolak-balik benda kerja dan gerak rotasi dari tool. Dilihat dari prinsip kerja utama mesin tersebut, mesin gerinda datar secara garis besar mempunyai tiga gerakan utama, yaitu:

1. Gerak putar batu gerinda.            

2. Gerak meja memanjang dan melintang.

3.Gerak pemakanan (feeding).


2. Mesin Gerinda Tangan


 

Mesin gerinda tangan merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda kerja. Menggerinda dapat bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat, atau dapat juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil pemotongan, merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja yang bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan lain-lain. Mesin Gerinda didesain untuk dapat menghasilkan kecepatan sekitar 11000 – 15000 rpm. Dengan kecepatan tersebut batu gerinda, yang merupakan komposisi aluminium oksida dengan kekasaran serta kekerasan yang sesuai, dapat menggerus permukaan logam sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Dengan kecepatan tersebut juga, mesin gerinda dapat digunakan untuk memotong benda logam dengan menggunakan batu gerinda yang dikhususkan untuk memotong.

3. Mesin Gerinda Duduk


Bukan cuma wc duduk gan, mesin gerinda juga punya yang versi duduknya. Fungsi utama gerinda duduk adalah untuk mengasah mata bor, tetapi dapat juga digunakan untuk mengasah pisau lainnya, seperti mengasah pisau dapur, golok, kampak, arit, mata bajak, dan perkakas pisau lainnya. Selain untuk mengasah, gerinda duduk dapat juga untuk membentuk atau membuat perkakas baru, seperti membuat pisau khusus untuk meraut bambu, membuat suku cadang mesin jahit, membuat obeng, atau alat bantu lainnya untuk reparasi turbin dan mesin lainnya.

 

 

4.Mesin Gerinda silindris


 

2.4 Bagian-Bagian Mesin Gerinda

1.Gerinda Datar


 

 

Keterangan Gambar :

1.                  Spindel pemakanan batu gerinda Penggerak pemakanan batu gerinda.

2.                  Pembatas langkah meja mesin

3.                  Sistem hidrolik Penggerak langkah meja mesin.

4.                  Spindel penggerak meja mesin naik turun

5.                  Spindel penggerak meja mesin kanan-kiri

6.                  Tuas pengontrol meja mesin

7.                  Panel kontrol Bagian pengatur prises kerja mesin.

8.                  Meja mesin Tempat dudukan benda kerja yang akan digerinda.

9.                  Kepala utama Bagian yang menghasilkan gerak putar batu gerinda dan gerakan pemakanan.



2.Gerinda Tangan


Keterangan Gambar:

1.kabel input                            9.kumparan stator

2.skalar                                    10.kipas

3.kabel                                     11.bering/laher

4.lamel komutatator                12.gear gigi kecil

5.lilitan                                    13.gear gigi besar

6.stator                                     14.laher

7.bering/ laher                          15.pisau gerinda

8.sikat karbon                          16.bagian penahan pisau



3.Gerinda Duduk




 



4.Gerinda Silindris


Bagian – bagian Utama Mesin Gerinda

 


Keterangan gambar:

1.      Kepala utama. Bagian yang menghasilkan gerak putar batu gerinda.

2.      Spindel utama benda kerja (workhead). Bagian yang mengatur kecepatan putar dan pencekaman benda kerja.

3.      Kaki mesin. Sebagai pendukung mesin.

4.      Panel kontrol. Bagian pengatur proses kerja mesin.

5.      Meja bawah. Dudukan meja atas.

6.      Meja atas. Tempat dudukan kepala lepas di spindel utama benda kerja dan dapat diatur sudutnya.

7.      Kepala lepas (tailstock). Menyangga benda kerja pada pencekaman di antara dua senter.

8.      Perlengkapan pendingin. Tempat pengatur aliran cairan pendingin.

 

2.5 Jenis-Jenis Batu Gerinda dan fungsinya


 


Mesin gerinda khususnya gerinda tangan (Angle grinder) memiliki beragam fungsi dan dapat digunakan untuk berbagai macam permukaan. Tinggal menyesuaikan jenis mata gerinda apa yangdigunakan.

Pada artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis mata gerinda serta fungsinya. Ini penting agar Anda tidak salah memilih jenis mata gerinda yang tepat untuk pekerjaan Anda.

Ada lima jenis pengerjaan yang umum dilakukan dengan menggunakan mesin gerinda tangan. Mari kita simak penjelasan berikut.

 

1. Batu gerinda asah (Grinding Wheel).


Gambar 2.6. Batu gerinda asah

Dari sekian banyak jenis kelengkapan untuk mesin gerinda, produk ini (batu gerinda) merupakan produk yang paling banyak dibutuhkan dan digunakan pada proses pengerjaan logam. Batu gerinda atau biasa disebut dengan “Grinding wheel” berfungsi untuk mengikis permukaan logam, baik pada besi, baja, maupun stainless steel. Spesifikasi jenis batu gerinda biasanya tertera pada label di bagian atas produk.

 

2.5 Teori rumus perhitungan mesin gerinda

 

kecepatan putar batu gerinda

 secara teoritis kecepatan putar batu gerinda dapat dihitung menggunakan rumus.

N = Vc X 1000 X 60           dimana =   

R X d
N = kecepatan putar (rpm)
Vc=kecepatan potong (m/det)
d  = diameter batu gerinda (mm)


1.
      Ukuran Butir Asahan

Ukuran butir asah dinyatakan dalam bentuk angka. Dimana semakin kecil angka menunjukan semakin besar ukuran butir abrasive dan semakin besar angka maka ukuran butir abrasive semakin kecil. Batu gerinda dengan butir kasar (angka kecil) memiliki kemampuan potong yang baik tetapi hasilnya kasar sedangkan batu gerinda dengan butir halus (angka besar) memiliki kemampuan daya bentuk yang baik dan hasil penggerindaan yang baik.

Tingkat kekasaran

Ukuran butir (mesh)

Kasar

12, 14,16,20,24

Sedang

30,36,46,56,60

Halus

70,80,90,100,120

Sangat halus

150,180,220,240

Tepung

280,320,400,500,800,1200

 

Gambar tabel 2.1 butir asahan

 

 

2.      Tingkat Kekerasan batu gerinda

Tingkat kekerasan tidak dilihat dari kerasnya butiran abrasive yang digunakan tetapi dilihat dari kuatnya bond (perekat) untuk mengikat butiran abrasive dari tekanan tertentu ketika melakukan proses penggerindaan. Tingkat kekerasan dinyatakan dalam simbol huruf alfabet. Kekerasan batu gerinda dapat dilihat pada tabel dibawah :

 

Tingkat kekerasan

Simbol

Sangat lunak

E,F,G

Lunak

H,I,J

Sedang

L,M,N,O

Keras

P,Q,R,S

Sangat keras

T,U,V,W

 

Gambar tabel 2.2 tingkat kekerasaan batu gerinda

4.      Susunan batu gerinda

Struktur batu gerinda di pengaruhi dan di tentukan oleh perbandingan 2 faktor, yaitu ukuran butiran dan perekat yang digunakan. Perbandingan perekat dengan butir asah dalam batu gerinda berkisar antara 10-30 % dari volume total batu gerinda. Dilihat dari perbandingan tersebut, terdapat 2 jenis batu gerinda, yaitu:

a)      Struktur terbuka/ batu gerinda lunak

Jenis ini memiliki sifat mudah melepaskan butir asah dalam tekanan tertentu karena memiliki Jumlah perekat sedikit. Jenis ini di gunakan untuk menggerinda benda yang keras, karena sifat yang mudah melepas butir asah, maka permukaan benda kerja selalu mendapatkan butiran asah yang baru dan massih tajam. Percikan bunga api yang dihasilkan banyak karena selain partikel benda kerja, gesekan yang terjadi juga melepaskan butiran asah.

 

 

 

 

b)      Struktur tertutup/ batu gerinda keras

Jenis ini memiliki sifat yang sulit melepaskan butir asah dalam tekanan tertentu karena memiliki perekat yang banyak. Jenis ini cocok di gunakan untuk menggerinda benda yang lunak, karena sifat benda kerja yang lunak, maka mata asah dapat lebih awet karena partikel benda kerja akan terkikis terlebih dahulu dari pada terlepasnya butiran asah. Percikan bunga api yang dihasilkan oleh penggerindaan sedikit.

 



 

 

 

 

 

 

 




BAB II

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

 Mesin potong diantaranya yaitu, mesin gerinda adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong, meratakan dan membelah benda kerja.Selain itu mesin gerinda merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda kerja. Menggerinda juga  bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat, atau dapat juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil pemotongan. Jadi pada dasarnya kita dalam menggunakan mesin harus disesuaikan dulu dengan cara sistem pengerjaan suatu  benda agar hasilnya mampu sempurna dan presisi sesuai dengan yang diharapkan.

3.2 Saran

 Sebagai anak teknik kita dituntut untuk mengoprasikan mesin, namun dengan catatan kita harus tahu dan paham kegunaannya mesin tersebut. Selain tahu cara mengoprasikannya kita juga harus mampu membedakan mesin-mesin berdasarkan fungsi dan kegunaannya.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Rachman Abdul (1984). Penambatan Frais, Jakarta: Bratasa Karya Aksara.

Daryanto (1987).Mesin Pengerjaan Logam, Bandung: Tarsito.

Gain Jhon, (1996). Engenering Whorkshop Practice.An International Thomson Publishing Company. National Library of Australia

Daryanto (1987).Mesin Pengerjaan Logam, Bandung: Tarsito.

Sumbodo Wirawan dkk, (2008).Teknik Produksi Mesin Industrii.Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Direktirat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

 Fitting and Machining Volume 2:Education Department Victoria

 

No comments:

Post a Comment