MAKALAH
PERADABAN
MESIR KUNO 3100-27 SM
DISUSUN OLEH KELOMPOK 2 :
v ADITIA
v AL MAIDAH
v ANA PERTIWI
v ARDILA
v SAIDIN
KELAS : X IIS 3
SMA NEGERI 1 KRAGILAN
TAHUN AJARAN 2022-2023
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan
kepada Rosulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu
menyelesaikan tugas ini. Dalam penyusunan tugas atau materi ini tidak sedikit
hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam
penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang
tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para pelajar. Saya sadar bahwa
makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu saya
meminta masukannya demi perbaikan makalah saya dimasa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Kragilan, 30 April 2023
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
- latar belakang
Letak geografis Mesir di Afrika Utara, walaupun Semenanjung
Sinai adalah dalam Asia Barat daya. Negara ini mempunyai pesisir pantai yaitu
Laut Mediterranean dan Laut Merah; berbatasan dengan Libya bagian barat, Sudan
dibagian selatan, Semenanjung Gaza, Palestin danIsrael bagian timur. Mesir Kuno
terbagi atas dua kerajaan, yang dikenal sebagai Mesir Hulu dan Mesir
Hilir.Berlainan dengan kebiasaan, Mesir Hulu (Upper Egypt) terletak di selatan
dan Mesir Hilir (Lower Egypt) di utara, dinamakan sungai Nil. Sungai Nil
mengalir ke utara dari titik selatan ke Mediterranean.
B. Rumusan Masalah
Ø Menjelaskan pengertian peradaban mesir kuno
dan pencapaian-pencapaiannya.
Ø Bagaimana Pembagian Kerajaan Mesir Tua,
Tengah, dan Mesir Baru.
Ø Menjelaskan bagaimana pemerintahan dan
ekonomi di Mesir Kuno.
Ø Menjelaskan tentang Budaya dan peninggalan
Bangsa Mesir Kuno,
Ø Bagaimana dengan sistem Agama dan
kepercayaan Bangsa Mesir Kuno dan
Ø Menjelaskan bangsa dan bahasa Mesir Kuno
C. Tujuan Dan Maanfaatnya
Tujuan dan manfaat mempelajari pelajaran sejarah tentang Mesir Kuno ini
adalah bagaimana kita bisa mengetahui sejarahnya, tentang keadaan pemerintahan
maupun ekonominya, dan kita bisa mengetahui tetang bagaimana budaya, dan
peninggalan Bangsa Mesir Kuno serta kita bisa mengetahui sistem agama dan
kepercayaan yang bagiman di anut di Mesir Kuno tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peradaban Mesir Kuno
Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika.
Peradaban ini terpusat di sepanjang hilir sungai Nil. Peradaban ini dimulai
dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM, dan selanjutnya
berkembang selama kurang lebih tiga milenium. Sejarahnya mengalir melalui
periode kerajaan-kerajaan yang stabil, masing-masing diantarai oleh periode
ketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah. Mesir Kuno mencapai
puncak kejayaannya pada masa Kerajaan Baru. Selanjutnya, peradaban ini mulai
mengalami kemunduran.
Mesir ditaklukan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode
akhir. Kekuasaan firaun secara resmi dianggap berakhir pada sekitar 31 SM,
ketika Kekaisaran Romawi menaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemeus
sebagai bagian dari provinsi Romawi. Meskipun ini bukanlah pendudukan asing pertama
terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik
dan agama secara bertahap di lembah sungai Nil, yang secara efektif menandai
berakhirnya perkembangan peradaban merdeka Mesir.
Peradaban Mesir Kuno didasari atas pengendalian keseimbangan
yang baik antara sumber daya alam dan manusia, ditandai terutama oleh:
Ø Irigasi teratur terhadap Lembah Nil;
Ø Pendayagunaan mineral dari lembah dan
wilayah gurun di sekitarnya;
Ø Perkembangan sistem tulisan dan sastra;
Ø Organisasi proyek kolektif;
Ø Perdagangan dengan wilayah Afrika Timur dan
Tengah serta Mediterania Timur; serta
Ø Kegiatan militer yang menunjukkan kekuasaan
terhadap kebudayaan negara/suku bangsa tetangga pada beberapa periode berbeda.
Pengelolaan kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan
oleh penguasa sosial, politik, dan ekonomi, yang berada di bawah pengawasan
sosok Firaun.
Pencapaian-pencapaian peradaban Mesir Kuno
antara lain teknik pembangunan monumen seperti piramida, kuil, dan obelisk;
pengetahuan matematika; teknik pengobatan; sistem irigasi dan agrikultur; kapal
pertama yang pernah diketahui; teknologi tembikar glasir bening dan kaca; seni
dan arsitektur yang baru; sastra Mesir Kuno; dan traktat perdamaian pertama
yang pernah diketahui. Mesir telah meninggalkan warisan yang abadi. Seni dan
arsitekturnya banyak ditiru, dan barang-barang antik buatan peradaban ini
dibawa hingga ke ujung dunia. Reruntuhan-reruntuhan monumentalnya menjadi
inspirasi bagi pengelana dan penulis selama berabad-abad.
B. Pembagian Kerajaan
Mesir Tua, Tengah, dan Mesir Baru
1. Kerajaan Mesir Tua
(2660 – 2180 SM)
Lahirnya kerajaan Mesir Tua setelah Menes
berhasil mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu ia
digelari Nesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar. Kerajaan Mesir Tua
disebut jaman piramida karena pada masa inilah dibangun piramida-piramida
terkenal misalnya piramida Sakarah dari Firaun Joser. Piramida di Gheza adalah
makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa. Runtuhnya Mesir Tua disebabkan karena
sejak tahun 2500 SM pemerintahan mengalami kekacauan.Bangsa-bangsa dari luar
misalnya dari Asia Kecil melancarkan serangan ke Mesir. Para bangsawan banyak
yang melepaskan diri dan ingin berkuasa sendiri-sendiri.Akhirnya terjadilah
perpecahan antara Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
2. Kerajaan Mesir Tengah
(1640 – 1570 SM)
Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya
Sesotris III.Ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir.
Tindakannya antara lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi,
pembuatan waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka
hubungan dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga
berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia (kini Ethiopia).Sejak tahun
1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh bangsa Hyksos.
3. Kerajaan Mesir Baru (1570 - 1075 SM)
Sesudah diduduki bangsa Hyksos, Mesir memasuki
jaman kerajaan baru atau jaman imperium.Disebut jaman imperium karena para
Firaun Mesir berhasil merebut wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina,
Funisia dan Syria. Raja-raja yang memerintah jaman Mesir Baru antara lain:
a. Ahmosis I
Ia berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir
sehingga berkuasalah dinasti ke 18, ke 19 dan ke 20.
b. Thutmosis I
Pada masa pemerintahannya Mesir berhasil
menguasai Mesopotamia yang subur.
c. Thutmosis III
Merupakan raja terbesar di Mesir.Ia memerintah
bersama istrinya Hatshepsut. Batas wilayah kekuasaannya di timur sampai Syria,
di selatan sampai Nubia, di barat sampai Lybia dan di utara sampai pulau Kreta
dan Sicilia. Karena tindakannya tersebut ia digelari “Napoleon dari Mesir”.
Thutmosis III juga dikenal karena memerintahkan pembangunan Kuil Karnak dan
Luxor.
d. Amen Hotep IV
Kaisar ini dikenal seorang raja yang pertama
kali memperkenalkan kepercayaan yang bersifat monotheis kepada rakyat Mesir
kuno yaitu hanya menyembah dewa Aton (dewa matahari) yang merupakan roh dan
tidak berbentuk.Ia juga menyatakan sebagai manusia biasa dan bukan dewa.
e. Ramses II
Ramses II dikenal membangun bangunan besar
bernama Ramesseum dan Kuil serta makamnya di Abusimbel.Ia juga pernah
memerintahkan penggalian sebuah terusan yang menghubungkan daerah sungai Nil
dengan Laut Merah namun belum berhasil. Masa Ramses II diperkirakan sejaman
dengan kehidupan nabi Musa. Setelah pemerintahan Ramses II kekuasaan di Mesir
mengalami kemunduran.Mesir ditaklukkan Assyria pada tahun 670 SM dan pada tahun
525 SM Mesir menjadi bagian imperium Persia.Setelah Persia, Mesir dikuasai oleh
Iskandar Zulkarnaen dan para penggantinya dari Yunani dengan dinasti terakhir
Ptolemeus (masih diragukan keabsahannya - Amna).Salah satu keturunan dinasti
Ptolemeus adalah Ratu Cleopatra dan sejak tahun 27 SM Mesir menjadi wilayah
Romawi.
C. Pemerintahan dan
Ekonomi Mesir Kuno
1. Administrasi dan
perdagangan
Firaun adalah raja yang berkuasa penuh atas negara
dan, setidaknya dalam teori, memiliki kontrol atas semua tanah dan sumber
dayanya. Firaun juga merupakan komandan militer tertinggi dan kepala
pemerintahan, yang bergantung pada birokrasi pejabat untuk mengurusi
masalah-masalahnya. Yang bertanggung jawab terhadap masalah administrasi adalah
orang kedua di kerjaan, sang wazir, yang juga berperan sebagai perwakilan raja
yang mengkordinir survey tanah, kas negara, proyek pembangunan, sistem hukum,
dan arsip-arsip kerajaan. Di level regional, kerajaan dibagi menjadi 42 wilayah
administratif yang disebut nome, yang masing-masing dipimpin oleh seorang
nomarch, yang bertanggung jawab kepada wazir. Kuil menjadi tulang punggung
utama perekonomian yang berperan tidak hanya sebagai pusat pemujaan, namun juga
berperan mengumpulkan dan menyimpan kekayaan negara dalam sebuah sistem lumbung
dan perbendaharaan dengan meredistribusi biji-bijian dan barang-barang lainnya.
Sebagian besar perekonomian diorganisasi secara ketat dari pusat. Bangsa Mesir
Kuno belum mengenal uang koin hingga Periode Akhir sehingga mereka menggunakan
sejenis uang barter berupa karung beras dan beberapa deben (satuan berat yang
setara dengan 91 gram) tembaga atau perak sebagai denominatornya. Pekerja dibayar
menggunakan biji-bijian; pekerja kasar biasanya hanya mendapat 5 karung (200kg)
biji-bijian per bulan sementara mandor bisa mencapai 7 karung (250kg) per
bulan. Harga tidak berubah di seluruh wilayah negara dan biasanya dicatat utuk
membantu perdagangan; misalnya kaus dihargai 5 deben tembaga sementara sapi
bernilai 140 deben. Pada abad ke 5 sebelum masehi, uang koin mulai dikenal di
Mesir. Awalnya koin digunakan sebagai nilai standar dari logam mulia dibanding
sebagai uang yang sebenarnya; baru beberapa abad kemudian uang koin mulai
digunakan sebagai standar perdagangan.
2. Status social
Masyarakat Mesir Kuno ketika itu sangat terstratifikasi dan
status sosial yang dimiliki seseorang ditampilkan secara terang-terangan.
Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, namun demikian hasil
pertanian dimiliki dan dikelolah oleh negara, kuil, atau keluarga ningrat yang
memiliki tanah. Petani juga dikenai pajak tenaga kerja dan dipaksa bekerja
membuat irigasi atau proyek konstruksi menggunakan sistem corvée. Seniman dan
pengrajin memiliki status yang lebih tinggi dari petani, namun mereka juga
berada di bawah kendali negara, bekerja di toko-toko yang terletak di kuil dan
dibayar langsung dari kas negara. Juru tulis dan pejabat menempati strata
tertinggi di Mesir Kuno, dan biasa disebut "kelas kilt putih" karena
menggunakan linen berwarna putih yang menandai status mereka. Perbudakan telah
dikenal, namun bagaimana bentuknya belum jelas diketahui. Mesir Kuno memandang
pria dan wanita, dari kelas sosial apa pun kecuali budak, sama di mata hukum.
Baik pria maupun wanita memiliki hak untuk memiliki dan menjual properti,
membuat kontrak, menikah dan bercerai, serta melindungi diri mereka dari
perceraian dengan menyetujui kontrak pernikahan, yang dapat menjatuhkan denda
pada pasangannya bila terjadi perceraian. Dibandingkan bangsa lainnya di
Yunani, Roma, dan bahkan tempat-tempat lainnya di dunia, wanita di Mesir Kuno
memiliki kesempatan memilih dan meraih sukses yang lebih luas. Wanita seperti
Hatshepsut dan Celopatra bahkan bisa menjadi firaun. Namun demikian, wanita di
Mesir Kuno tidak dapat mengambil alih urusan administrasi dan jarang yang
memiliki pendidikan dari rata-rata pria ketika itu.
3. Sistem hukum
Sistem hukum di Mesir Kuno secara resmi dikepalai oleh firaun
yang bertanggung jawab membuat peraturan, menciptakan keadilan, serta menjaga
hukum dan ketentraman, sebuah konsep yang disebut masyarakat Mesir Kuno sebagai
Ma'at. Meskipun belum ada aturan hukum yang ditemukan, dokumen pengadilan
menunjukkan bahwa hukum di Mesir Kuno dibuat berdasarkan pandangan umum
(common-sense) tentang apa yang benar dan apa yang salah, serta menekankan cara
untuk membuat kesepakatan dan menyelesaikan konflik. Dewan sesepuh lokal, yang
dikenal dengan nama Kenbet di Kerajaan Baru, bertanggung jawab mengurus
persidangan yang hanya berkaitan dengan permasalahan-permasalahan kecil. Kasus
yang lebih besar termasuk di antaranya pembunuhan, transaksi tanah dalam jumlah
besar, dan pencurian makam diserahkan kepada Kenbet Besar yang dipimpin oleh
wazir atau firaun. Penggugat dan tergugat diharapkan mewakili diri mereka
sendiri dan diminta untuk bersumpah bahwa mereka mengatakan yang sebenarnya.
Dalam beberapa kasus, negara berperan baik sebagai jaksa dan hakim, serta
berhak menyiksa terdakwa dengan pemukulan untuk mendapatkan pengakuan dan
nama-nama lain yang bersalah. Tidak peduli apakah tuduhan itu sepele atau
serius, juru tulis pengadilan mendokumentasikan keluhan, kesaksian, dan putusan
kasus untuk referensi di masa mendatang. Hukuman untuk kejahatan ringan di
antaranya pengenaan denda, pemukulan, mutilasi di bagian wajah, atau
pengasingan, tergantung pada beratnya pelanggaran. Kejahatan serius seperti
pembunuhan dan perampokan makam dihukum oleh eksekusi berat, di antaranya
pemenggalan leher, ditenggelamkan, atau ditusuk. Hukuman juga bisa diperluas ke
keluarga penjahat. Sejak pemerintahan Kerajaan Baru, oracle memiliki peran
penting dalam sistem hukum, baik pidana maupun perdata. Prosedurnya adalah
dengan memberikan pertanyaan "ya" atau "tidak" kepada Tuhan
terkait sebuah isu. Sang Tuhan, diwakili oleh sejumlah imam, memberi keputusan
dengan memilih salah satu jawaban, melakukan gerakan maju atau mundur, atau
menunjuk pada selembar papirus atau ostracon.
4. Pertanian
Kondisi geografi yang mendukung dan tanah di tepi sungai Nil
yang subur membuat bangsa Mesir mampu memproduksi banyak makanan, dan
menghabiskan lebih banyak waktu dan sumber daya dalam pencapaian budaya,
teknologi, dan artistik. Pengaturan tanah sangat penting di Mesir Kuno karena
pajak dinilai berdasarkan jumlah tanah yang dimiliki seseorang. Pertanian di
Mesir sangat bergantung kepada siklus sungai Nil. Bangsa Mesir mengenal tiga
musim: Akhet (banjir), Peret (tanam), dan Shemu (panen). Musim banjir
berlangsung dari Juni hingga September, menumpuk lanau kaya mineral yang ideal
untuk pertanian di tepi sungai. Setelah banjir surut, musim tanam berlangsung
dari Oktober hingga Februari. Petani membajak dan menanam bibit di ladang.
Irigasi dibuat dengan parit dan kanal. Mesir hanya mendapat sedikit hujan,
sehingga petani sangat bergantung dengan sungai Nil dalam pengairan tanaman.
Dari Maret hingga Mei, petani menggunakan sabit untuk memanen. Selanjutnya,
hasil panen diirik untuk memisahkan jerami dari gandum. Proses penampian menghilangkan
sekam dari gandum, lalu gandum ditumbuk menjadi tepung, diseduh untuk membuat
bir, atau disimpian untuk kegunaan lain. Bangsa Mesir menanam gandum emmer dan
barley, serta beberama gandum sereal lain, sebagai bahan roti dan bir.
Tanaman-tanaman Flax ditanam dan diambil batangnya sebagai serat. Serat-serat
tersebut dipisahkan dan dipintal menjadi benang, yang selanjutnya digunakan
untuk menenun linen dan membuat pakaian. Papirus ditanam untuk pembuatan
kertas. Sayur-sayuran dan buah-buahan dikembangkan di petak-petak perkebunan,
dekat dengan permukiman, dan berada di permukaan tinggi. Tanaman sayur dan buah
tersebut harus diairi dengan tangan. Sayur-sayuran meliputi bawang perai,
bawang putih, melon, squash, kacang, selada, dan tanaman-tanaman lain. Anggur
juga ditanam untuk diolah menjadi wine.
5. Hewan
Bangsa Mesir percaya bahwa hubungan yang
seimbang antara manusia dengan hewan merupakan elemen yang penting dalam
susunan kosmos; maka manusia, hewan, dan tumbuhan diyakini sebagai bagian dari
suatu keseluruhan. Hewan, baik yang didomestikasi maupun liar, merupakan sumber
spiritualitas, persahabatan, dan rezeki bagi bangsa Mesir Kuno. Sapi adalah
hewan ternak yang paling penting; pemerintah mengumpulkan pajak terhadap hewan
ternak dalam sensus-sensus reguler, dan ukuran ternak melambangkan martabat dan
kepentingan pemiliknya. Selain sapi, bangsa Mesir Kuno menyimpan domba,
kambing, dan babi. Unggas seperti bebek, angsa, dan merpati ditangkap dengan
jaring dan dibesarkan di peternakan. Di peternakan, unggas-unggas tersebut
dipaksa makan adonan agar semakin gemuk. Sementara itu, di sungai Nil terdapat
sumber daya ikan. Lebah-lebah juga didomestikasi dari masa Kerajaan Lama, dan
hewan tersebut menghasilkan madu dan lilin.
Keledai dan lembu digunakan sebagai hewan
pekerja. Hewan-hewan tersebut bertugas membajak ladang dan menginjak-injak
bibit ke dalam tanah. Lembu-lembu yang gemuk dikorbankan dalam ritual
persembahan. Kuda-kuda dibawa oleh Hyksos pada Periode Menengah Kedua,
sementara unta, meskipun sudah ada sejak periode Kerajaan Baru, tidak digunakan
sebagai hewan pekerja hingga Periode Akhir. Selain itu, terdapat bukti yang
menunjukan bahwa gajah sempat dimanfaatkan pada Periode Akhir, tetapi akhirnya
dibuang karena kurangnya tanah untuk merumput. Anjing, kucing, dan monyet
menjadi hewan peliharaan, sementara hewan-hewan seperti singa yang diimpor dari
jantung Afrika merupakan milik kerajaan. Herodotus mengamati bahwa bangsa Mesir
adalah satu-satunya bangsa yang menyimpan hewan di rumah mereka. Selama periode
pradinasti dan akhir, pemujaan dewa dalam bentuk hewan menjadi sangat populer,
seperti dewi kucing Bastet dan dewa ibis Thoth, sehingga hewan-hewan tersebut
dibesarkan dalam jumlah besar untuk dikorbankan dalam ritual.
6. Sumber daya alam
Mesir kaya akan batu bangunan dan dekoratif, bijih tembaga
dan timah, emas, dan batu-batu semimulia. Kekayaan itu memungkinkan orang Mesir
Kuno untuk membangun monumen, memahat patung, membuat alat-alat, dan perhiasan.
Pembalsem menggunakan garam dari Wadi Natrun untuk mumifikasi, yang juga
menjadi sumber gypsum yang diperlukan untuk membuat plester. Batuan yang
mengandung bijih besi dapat ditemukan di wadi-wadi gurun timur dan Sinai yang
kondisi alam yang tidak ramah. Membutuhkan ekspedisi besar (biasanya dikontrol
negara) untuk mendapatkan sumber daya alam di sana. Terdapat sebuah tambang
emas luas di Nubia, dan salah satu peta pertama yang ditemukan adalah peta
sebuah tambang emas di wilayah ini. Wadi Hammamat adalah sumber penting dari
granit, greywacke, dan emas. Rijang adalah mineral yang pertama kali
dikumpulkan dan digunakan untuk membuat alat-alat, dan kapak Rijang adalah
potongan awal yang membuktikan adanya habitat manusia di lembah Sungai Nil.
Nodul-nodul mineral secara hati-hati dipipihkan untuk membuat bilah dan kepala
panah dengan tingkat kekerasan dan daya tahan yang sedang, dan ini tetap
bertahan bahkan setelah tembaga digunakan untuk tujuan tersebut.
D. Budaya dan peninggalan
Bangsa Mesir Kuno
1.
Budaya
Mengenai budaya sehari-hari, bangsa Mesir Kuno
sangat menghargai penampilan dan kebersihan tubuh. Sebagian besar mandi di
Sungai Nil dan menggunakan sabun yang terbuat dari lemak binatang dan kapur.
Laki-laki bercukur untuk menjaga kebersihan, menggunakan minyak wangi dan salep
untuk mengharumkan dan menyegarkan kulit. Pakaian dibuat dengan linen sederhana
yang diberi warna putih, baik wanita maupun pria di kelas yang lebih elit
menggunakan wig, perhiasan, dan kosmetik. Anak-anak tidak mengenakan pakaian
hingga mereka dianggap dewasa, pada usia sekitar 12 tahun, dan pada usia ini
laki-laki disunat dan dicukur. Mengenai perkawinan, kebiasaan perkawinan
mengizinkan poligami dan perkawinan antara kakak-adik; kebiasaan yang
disebutkan belakangan dilakukan di beberapa tempat di Mesir sampai abad kedua
Masehi. Beberapa Firaun diketahui memperistri saudara kandung mereka, tampaknya
karena tidak ada wanita lain yang dianggap cukup suci untuk kawin dengan ”dewa
yang hidup”. Yang diantaranya hasil budaya Mesir Kuno adalah sebagai berikut :
2.
a. Tulisan
Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut
Hieroglyph berbentuk gambar.Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida,
tugu obelisk maupun daun papirus.Huruf Hieroglyph terdiri dari gambar dan
lambang berbentuk manusia, hewan dan benda-benda.Setiap lambang memiliki
makna.Tulisan Hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana kemudian dikenal
dengan tulisan hieratik dan demotis.Tulisan hieratik atau tulisan suci
dipergunakan oleh para pendeta.Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan
untuk urusan keduniawian misalnya jual beli. Huruf-huruf Mesir itu semula
menimbulkan teka-teki karena tidak diketahui maknanya.Secara kebetulan pada
waktu Napoleon menyerbu Mesir pada tahun 1799 salah satu anggota pasukannya
menemukan sebuah batu besar berwarna hitam di daerah Rosetta. Batu itu kemudian
dikenal dengan batu Rosetta memuat inskripsi dalam tiga bahasa.Pada tahun 1822
J.F. Champollion telah menemukan arti dari isi tulisan batu Rosetta dengan
membandingkan tiga bentuk tulisan yang digunakan yaitu Hieroglyph, Demotik dan
Yunani. Dengan terbacanya isi batu Rosetta terbukalah tabir mengenai
pengetahuan Mesir kuno (Egyptologi) yang Anda kenal sampai sekarang.Selain di
batu, tulisan Hieroglyph juga ditemukan di kertas yang terbuat dari batang
Papyrus.Dokumen Papirus sudah digunakan sejak dinasti yang pertama. Cara
membuat kertas dari gelagah papirus adalah dengan memotongnya.Kemudian kulitnya
dikupas dan intinya diiris/disayat tipis-tipis.
b. Sistem Kalender
Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan
siklus (peredaran) bulan selama 291/2 hari.Karena dianggap kurang tetap
kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing
(Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12
bulan, satu bulan 30 hari dan lamanya setahun adalah 365 hari yaitu 12 x 30
hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan
ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah
(sistem Solar). Penghitungan kalender Mesir dengan sistem Solar kemudian
diadopsi (diambil alih) oleh bangsa Romawi menjadi kalender Romawi dengan
sistem Gregorian. Sedangkan bangsa Arab kuno mengambil alih penghitungan sistem
lunar (peredaran bulan) menjadi tarik Hijriah.
c. Seni Bangunan (Arsitektur)
Dari peninggalan bangunan-bangunan yang masih bisa disaksikan
sampai sekarang menunjukkan bahwa bangsa Mesir telah memiliki kemampuan yang
menonjol di bidang matematika, geometri dan arsitektur. Peninggalan bangunan
Mesir yang terkenal adalah piramida dan kuil yang erat kaitannya dengan
kehidupan keagamaan. Piramida dibangun untuk tempat pemakaman Firaun.Arsitek
terkenal pembuat piramida adalah Imhotep.Bangunan ini biasanya memiliki kamar
bawah tanah, pekarangan dan kuil kecil di bagian luarnya. Tiang-tiang dan
dindingnya dihiasi dengan hiasan yang indah.Di bagian dalam terdapat
lorong-lorong, lubang angin dan ruang jenazah raja. Di depan piramida terdapat
spinx yaitu patung singa berkepala manusia. Fungsi spinx adalah penjaga
piramida. Piramida terbesar adalah makam raja Cheops, yang tingginya mencapai
137 meter di Gheza. Selain Cheops, di Gheza juga terdapat piramida Chefren dan
Menkaure. Di Sakarah terdapat piramida firaun Joser. Selain piramida apakah ada
tempat pemakaman yang lain di Mesir? Berdasarkan penggalian di daerah El Badari
ditemukan pemakaman yang disebut Hockerbestattung (Hocker artinya jongkok dan
bestattung artinya pemakaman) karena orang yang meninggal dimasukkan dengan
cara didudukkan menjongkok. Ada pula pemakaman yang disebut mastaba untuk
golongan bangsawan. Bangunan kedua adalah kuil yang berfungsi sebagai tempat
pemujaan dewa-dewa. Kuil terbesar dan terindah adalah Kuil Karnak untuk
pemujaan Dewa Amon Ra. Kuil Karnak panjangnya ±433 m (1300 kaki),
tiang-tiangnya setinggi 23,5 m dengan diameter ±6,6 m (20 kaki). Tembok, tiang
dan pintu gerbang dipenuhi dengan lukisan dan tulisan yang menceritakan
pemerintahan raja.
2. Peninggalan
peninggalan bersejarah bangsa mesir Kuno telah mengenal
tulisan sejak 3300 SM. Tulisan itu berupa gambar (piktogram) yang dinamakan
Hieroglif yang artinya tulisan suci. Imhotep, seorang imam agung, arsitek dan
dokter semasa pemerintahan Fir’aun Sozer berhasil membuat sistem penanggalan.
Berdasarkan penanggalan itu 1 tahun terdiri dari 365 hari. Peninggalan bangsa
Mesir Kuno adalah sebagai berikut:
a. Piramida, yaitu
bangunan raksasa dari batu yang digunakan sebagai makam raja-raja beserta
keluarganya. Piramida pertama dibangun oleh Imhotep untuk makam Firaun Sozer.
Piramida terbesar, yaitu yang dibangun oleh Khufu, mempunyai bidang alas seluas
kira-kira 5,3 ha, dengan puncak setinggi kira-kira 137 m (sama dengan gedung
modern bertingkat 40). Menurut perhitungan, piramida itu menggunakan 2.300.000
balok batu, yang beratnya masing-masing rata-rata 2,3 ton. Balok-balok itu
dibentuk sedemikian cermatnya sehingga hanya berselisih beberapa milimeter.
b. Spink, yaitu bangunan
raksasa dari batu berupa singa berkepala manusia (wajah Raja Mesir). Biasanya
Spink dibangun di depan piramida sebagai penjaga.
c. Obeliks, yaitu bangunan
batu berupa tugu. Maksud pembangunan Obeliks adalah
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Mesir Kuno terbagi atas dua kerajaan, yang dikenal sebagai
Mesir Hulu dan Mesir Hilir.Berlainan dengan kebiasaan, Mesir Hulu (Upper Egypt)
terletak di selatan dan Mesir Hilir (Lower Egypt) di utara, dinamakan sungai
Nil. Pembagian kerajaan Mesir dibagi menjadi tiga bagian yaitu Kerajaan Mesir
Tua (2660 – 2180 SM), Kerajaan Mesir Baru (1570 - 1075 SM), Kerajaan Mesir
Tengah (1640 – 1570 SM). Kerajaan Mesir Tua disebut jaman piramida karena pada
masa inilah dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarah dari
Firaun Joser. Piramida di Gheza adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan
Menkawa.Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III.Ia berhasil
memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Sesudah diduduki bangsa
Hyksos, Mesir memasuki jaman kerajaan baru atau jaman imperium.Disebut jaman
imperium karena para Firaun Mesir berhasil merebut wilayah/daerah di Asia barat
termasuk Palestina, Funisia dan Syria. Raja-raja yang memerintah jaman Mesir
Baru antara lain: Ahmosis I, Thutmosis I,Thutmosis III, Amen Hotep IV Ramses
II. Ada beberapa jenis peninggalan pada jaman Mesir Kuno seperti tulisan,
kalender, Seni Bangunan (Arsitektur).
2. Saran
Setelah memahami isi makalah ini penulis berharap para
pembaca bisa memahami perkembangan peradaban kerajaan Mesir Kuno, dari Kerajaan
Mesir Tua, Kerajaan Mesir Tengah, dan Kerajaan Mesir Baru. Penulis menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.Kritik dan saran yang sifatnya
membangun sangat penulis harapkan agar kedepan bisa menyusun makalah lebih baik
lagi.Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
No comments:
Post a Comment