Thursday, August 3, 2023

MAKALAH PERADABAN TIONGKOK

 

MAKALAH GEOGRAFI

PERADABAN TIONGKOK KUNO 1750-206 SM

 


 

 

DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 :

v RIKA

v SITI NISA

v SARNATI

v M. ALDI

v BAGUS

v FIRMANSAH

 

 

KELAS : X IPS 3

 

SMA NEGERI 1 KRAGILAN

TAHUN AJARAN 2022-2023

 

    KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rosulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas ini. Dalam penyusunan tugas atau materi ini tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para pelajar. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu saya meminta masukannya demi perbaikan makalah saya dimasa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

                                                                                                                                                            

Kragilan, 15  MEI 2023

 

                                                                                Penyusun

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Sejarah tidak akan lepas dari suatu peristiwa, di dunia ini terdapat banyak sekali negara yang menyebar dan memulai awal peradabannya. Seperti halnya salah satu negara yang akan kami bahas dalam makalah ini yaitu sejarah dari negara Tiongkok.

Alasan mengapa kami menggunakan nama Tiongkok adalah karena Presiden Ke-4 Republik Indonesia, Dr. K.H. Abdurrahman Wahid pada waktu pemerintahannya mulai menghidupkan kembali istilah Tionghoa (Tiongkok) pengganti Cina (China) yang universal dan ajaran Kong Fu Tsu dalam menghadapi teori benturan budaya dari Amerika Serikat. 1

Hal yang dilakukan oleh Presiden Ke-4 Republik Indonesia, Dr. K.H. Abdurrahman Wahid ini kemudian dipertegas oleh Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dengan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2014. Maka dalam semua kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, penggunaan istilah orang dari atau komunitas Tjina/Cina/China diubah menjadi orang dan/atau komunitas Tionghoa, dan untuk penyebutan

negara Republik Rakyat Cina diubah menjadi Republik Rakyat Tiongkok.2

 

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang yang telah di jelaskan maka dapat dibuat perumusan masalah sebagai berikut;

a.       Bagaimana Sejarah dan Peradaban Tiongkok?

b.       Apa saja unsur-unsur kebudayaan yang terdapat di Tiongkok?

 

 

C.     Tujuan

Berdasarkan rumusan diatas, tujuan penyusunan ini adalah untuk:

a.       Mengetahui bagaimana Sejarah dan Peradaban Tiongkok

b.      Mengetahui unsur-unsur kebudayaan yang terdapat di Tiongkok

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

PERADABAN CINA KUNO (1750-206 SM)

Menjadi salah satu peradaban terbesar dengan peninggalan yang megah, Cina Kuno menjadi peradaban yang kisahnya tidak boleh kita lewatkan untuk dipelajari. Saya akan mengulas secara singkat dalam blog saya kali ini.

Cina Kuno berawal dari lembah Sungai Kuning (Huang Ho). Disebut begitu karena pada musim hujan, air sungai akan membawa lumpur yang berwarna kuning hingga memenuhi pinggiran sungai. Lumpur tersebut sangatlah subur hingga kemudian digunakan untuk bercocok tanam oleh masyarakat yang tinggal di daerah Lembah Sungai Kuning.

Air yang diperoleh berasal dari Pegunungan Kwen-Lun, Tibet yang kemudian bermuara di Teluk Tsii-LiLaut Kuning. Karena banjir yang terus melanda, masyarakat pun mulai membangun tanggul raksasa yang kemudian menjadi awal mula kelahiran dinasti.

Hasil pertanian mereka berupa gandum, padi, teh, jagung, kedelai, kapas, tebu, dan pohon murba (untuk memelihara ulat sutra). Ketika musim dingin melanda, tanah tertutupi oleh salju, karena itu, masyarakat pun mulai menenum sutra yang kemudian menjadi mata pencaharian mereka selain bertani. Saat musim semi datang, mereka akan mewarnainya dan menjemurnya di sekitaran sungai sehingga tanah Cina Kuno pun menjadi cerah.

Masyarakat Cina Kuno sangat mengandalkan ilmu perbintangan (astronomi). Ilmu ini berkembang sejak zaman dongeng atau zaman 3 raja dan 5 kaisar (3000 SM). Mereka mempelajari bintang dan langit untuk menentukan beberapa hal sebagai berikut:

1.      Menentukan musim dan arah mata angin.

2.      Menentukan penanggalan, ramalan, dan astrologi.

3.      Dijadikan Kompas (ditemukan oleh Shih-Huang Ti)

4.      Menentukan kalender atau almanak (oleh Kaisar Yao)

5.      Ramalan masa depan manusia

Selain ilmu mereka yang sudah maju, mereka menemukan banyak teknologi yang terus berkembang hingga saat ini. diantaranya adalah:

1.      Pengolahan logam (perundagian)

·         Mereka mengolah logam menjadi pedang, tombak, cangkul sabit, perhiasan, dan perabotan rumah tangga.

2.      Kertas

·         Kertas pertama kali ditemukan di Dinasti Han oleh T’sai Lun yang merupakan pegawai pengadilan di Cina.

·         

·         Ia membuat kertas dari kayu pohon murbei yang direndam lalu dipukul hingga seratnya lepas. Serat itu kemudian dianyam hingga membentuk kertas lalu dijemur hingga kering.

3.      Aksara

·         Aksara Cina pertama kali ada pada 2000 SM yang ditemukan oleh Dinasti Shang. Aksara ini diciptakan untuk dijadikan bahasa persatuan (國語 guo-yu).

·         Tulisan pada Cina Kuno dapat ditemukan dibeberapa media berupa: batu, kulit kayu, tempurung kura-kura (berisi mantra/ramalan), dan tulang-tulang hewan (disebut tulang naga, berisi penyakit dan metode pengobatannya)

4.      Karya Seni Sastra

·         Karya seni sastra Cina Kuno banyak ebrkembang dalam bentuk piktograf. Mulanya ditulis di kulit penyu dan daun lontar sebelum akhirnya kertas ditemukan.

·         Karya seni sastra Cina Kuno dibagi menjadi 4 yaitu:

o    Shih-Ching (puisi klasik)

o    Shu-Ching (sejarah klasik)

o    I-Ching (perubahan-perubahan)

o    Chu-Ching (musim semi dan musim gugur)

5.      Seni Bangunan: pada zaman dahulu, atap rakyat biasa dilarang berwarna merah atau emas.

·         The Great Wall of China dengan tebal 8 m, tinggi 16 m, dan panjang 6.400 km.

o    Dibangun oleh Dinasti Qin selama 18 abad dan tetap dibangun meski berganti dinasti

o    Dibangun dengan tujuan menghindari serangan musuh dari luar Cina.

·         Kuil Dewa Langit

o    Dibuat dari batu pualam

o    Dikelilingi 3 pelataran

o    Ditengahnya ada tangga dari batu pualam pilihan yang spesial

o    Atapnya berlapis 3

 

 

 

·         Istana Gu-Gong

o    Dibangun sebagai tanda penghormatan pada Kaisar

6.      Seni lukis

·         Seni lukis di Cina Kuno medianya berupa porselin, keramik dan guci

·         Objeknya berupa bunga, alam, naga/harimau, dewa-dewi, dan raja-raja.

·         Seni piring yang paling indah ditemukan di Dinasti Ming.

Kehidupan Sosial:

Sistem Kekaisaran dibagi menjadi dua yaitu: feodalisme (bergantung pada tuan tanah/bangsawan; kaisar dianggap dewa dan tidak boleh berurusan dengan rakyat kecil), dan centralization  (rakyat yang mengabdi pada raja/bangsawan dengan membayar upeti; keputusan Raja/Kaisar bersifat absolut).

Masyarakat Cina Kuno menganut beberapa keyakinan berupa: dewa langit, kekuatan alam dan arwah leluhur. Mereka juga meyakini banyak dewa (politeisme) diantaranya:

·         Dewa Pa: penguasa musim kemarau

·         Dewa Le-Shi: dewa angin topan (digambarkan sebagai naga besar)

·         Dewa Tai-Shan: dewa 4 arah mata angin

·         Dewa Ho-Po: dewa sungai Huang-Ho yang dipuja agar tidak banjir. Untuk upacara, masyarakat akan mengorbankan/mempersembahkan seorang gadis cantik untuk dilempar hidup-hidup kedalam sungai

·         Dewa Ho-Tien: raja langit

 

 

FILSAFAT CINA

1.      Ajaran Lao-Tse

·         Tercantum dalam bukunya yang berjudul Tao Te Cing, LaoTse percaya bahwa ada semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi yaitu bernama Tao yang kemudian menjadi keyakinan bernama Taoisme.

·         Taoisme mengajarkan orang-orang untuk menerima nasibnya.

2.      Ajaran Kong Fu Tse

·         Berdasar pada ajaran Tao, ajaran ini percaya bahwa Tao adalah suatu kekuatan yang mengatur segala-galanya dalam alam semesta sehingga tercapai keselarasan dan keseimbangan.

·         Ajaran ini mencakup pada bidang pemerintah dan keluarga.

3.      Ajaran Meng Tse (372-280 SM)

·         Adalah seorang murid Kong Fu Tse yang melanjutkan ajaran gurunya. Ajaran Meng Tse diberikan pada rakyat jelata. baginya, rakyat lah yang paling penting dalam suatu negara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.    Simpulan

Peradaban Lembah Sungai Kuning adalah peradaban bangsa Tiongkok yang muncul di lembah Sungai Kuning (Hwang Ho). Sungai Hwang Ho disebut sebagai Sungai Kuning karena membawa lumpur kuning sepanjang alirannya. Sungai ini bersumber dari Pegunungan  Kwen-Lun  di  Tibet  dan  mengalir  melalui  daerah  Pegunungan   Tiongkok Utara hingga membentuk dataran rendah   dan   bermuara di Teluk Tsii-Li,   Laut Kuning. Pada daerah lembah sungai yang subur inilah kebudayaan bangsa Tiongkok berawal. Dari masa Dinasti Xia di tahun 2100 SM yang merupakan Dinasti tertua sampai Dinasti Qing di tahun 1911 M, setelah berakhirnya masa kerajaan. Tiongkok mulai melakukan revolusi demi mewujudkan sebuah tatanan negara yang merdeka. Republik Tiongkok didirikan dengan Dr. Sun Yat Sen sebagai Presiden Pertamanya, beliau merupakan tokoh nasionalis Tiongkok ternama


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agung, Leo. 2012. Sejarah Asia Timur 1. Yogyakarta: Penerbit Ombak

 

Amstrong, Karen. 2007. The Great Transformation; Awal Sejarah Tuhan. Bandung: Mizan

 

Fairbank, John King and Merle Goldman. 1992. China: A New History; Second Enlarged Edition. Cambridge: MA; London: The Belknap Press of Harvard University Press

Graziella Caselli, etc. Demography: Analysis and Synthesis, Four Volume Set, Volume 1-4: A Treatise in Population, (Academic Press)

Lin Handa & Cao Yuzhang. 2014. Tales from 5000 Years of Chinese History, Volume I, Indonesia Version Kisah-kisah dari 5000 Tahun sejarah China, Jilid 1. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

 

No comments:

Post a Comment